- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Harga Gas Eropa Melesat ke Rekor Tertinggi Akibat Rusia-Ukraina

Harga gas alam Eropa dan Inggris melonjak ke rekor tertinggi pada Senin (7/3) akibat dipicu kekhawatiran pasar atas rencana AS larang impor minyak Rusia. Ilustrasi. (Dok. PGN).
Jakarta, VokalOnline.Com - Harga gas alam Eropa dan Inggris melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Senin (7/3). Kenaikan dipicu kekhawatiran pasar atas pernyataan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang akan memberlakukan embargo impor minyak mentah Rusia.
Gas Eropa acuan TTF Belanda meroket lebih dari 60 persen dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level 345 euro per megawatt jam dan gas Inggris mencapai puncak sepanjang masa seharga 800 pence atau setara US$10,55 per therm.
Sementara, minyak mentah Brent North Sea melonjak mendekati US$140 per barel dan mendekati level tertinggi 14 tahun. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Gedung Putih dan sekutunya sedang dalam pembicaraan tentang pelarangan impor minyak dari Rusia menyusul invasinya ke Ukraina.
"Ledakan harga telah dipicu oleh fakta bahwa Barat sedang mempertimbangkan untuk melarang impor minyak Rusia sebagai tanggapan atas perang di Ukraina. Ada spekulasi bahwa Eropa mungkin memutuskan sendiri untuk menghentikan impor gas Rusia. Sejauh ini, gas masih mengalir normal," kata Analis Commerzbank Carsten Fritsch seperti dikutip dari AFP, Senin (7/3).
Seperti diketahui, Rusia merupakan salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia dan juga merupakan pemasok utama gas alam.**vol/jn
Berita Terkait :
- Aksi Mahasiswa soal Minyak Goreng Langka di Makassar Berujung Ricuh0
- Petani Nanas Siak Diajari Kembangkan Produk dan Pemasaran0
- Gubernur Syamsuar Tawarkan Ikan Patin ke Arab Saudi0
- Zelensky ke Warga Ukraina: Pertahankan Rumahmu!0
- Masuk Arab Saudi Tak Perlu Karantina dan PCR0
_Black11.png)









