- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Inggris Cabut Wajib Tes PCR dan Masker bagi Pendatang Luar Negeri

Pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan aturan baru itu akan berlaku mulai Jumat (18/3). (Foto: REUTERS/SUMAYA HISHAM).
Jakarta, VokalOnline.Com - Inggris berencana mencabut hampir seluruh pembatasan Covid-19 bagi pendatang luar negeri, termasuk formulir pelacakan lokasi penumpang dan tes PCR saat kedatangan.
Pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan aturan baru itu akan berlaku mulai Jumat (18/3). dilansir dari cnn indonesia.
"Semua tindakan pembatasan perjalanan terkait Covid-19 yang tersisa, termasuk Passanger Locator Form dan berbagai tes saat kedatangan, akan dihentikan untuk perjalanan ke Inggris mulai puku 04.00 pagi pada 18 Maret," kata Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps, melalui kicauan di Twitter. Shapps menuturkan pelonggaran ini memungkinkan karena kebijakan vaksinasi Inggris yang sudah melampaui target.
"Ini berarti kebebasan yang lebih luas akan diterapkan menjelang Hari Paskah," paparnya seperti dikutip Reuters. Sementara itu, Bandara Internasional Heathrow London dan sejumlah maskapai penerbangan seperti British Airways dan Virgin Atlantic Airways juga mencabut aturan wajib memakai masker. Padahal, Inggris masih mencatat rerata 91 ribu kasus Covid-19 dalam sehari.
Masker tidak lagi dibutuhkan di terminal Bandara Heathrow, stasiun kereta api, atau gedung perkantoran mulai besok, Rabu (16/3). Perubahan aturan pembatasan Covid-19 seperti wajib masker untuk penerbangan ini diterapkan usai Inggris mencabut sebagian besar aturan terkait pandemi bulan lalu.
Ini merupakan bagian dari rencana PM Boris Johnson menempatkan Inggris mulai hidup berdamai dengan Covid-19 dan menganggap virus corona sebagai penyakit endemik lainnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- 3 Jenis Bantuan China Diduga untuk Invasi Rusia ke Ukraina0
- Dua Ledakan Keras Kembali Guncang Kota Kyiv0
- Susul Singapura, RI Larang WNI Ikut Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia0
- Arab Saudi Tertarik Kerjasama Proyek Bangun IKN0
- Dua Personel Brimob Polda Riau Raih Penghargaan FPU 3 MINUSCA0
_Black11.png)









