- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Dua Ledakan Keras Kembali Guncang Kota Kyiv

Petugas Pemadam Kebakaran Kyiv berupaya memadamkan api akibat hantaman rudal Rusia. (via REUTERS/STATE EMERGENCY SERVICE, UKRAINE).
Jakarta, VokalOnline.Com - Sebanyak dua ledakan keras terdengar di pusat ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa (15/3) pukul 05.00 waktu setempat. Kabar ini disampaikan oleh tim CNN yang berada di kota tersebut.
Masih belum jelas penyebab dari ledakan ini dan kerusakan yang ditimbulkannya. Ledakan kemungkinan berasal dari rudal Rusia yang kembali menghantam Kyiv. Sementara itu, invasi Rusia di Ukraina telah memasuki pekan ketiga. Ratusan nyawa melayang dan jutaan orang mengungsi akibat permasalahan ini.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia PBB mencatat, ada 636 warga sipil yang tewas di Ukraina akibat invasi Rusia sejak 24 Februari lalu. Tak hanya itu, ada 1.125 warga sipil lain yang terluka akibat konflik militer ini. Salah satu korban tewas ialah seorang ibu hamil yang sempat berada di rumah bersalin di Kota Mariupol. Setelah sempat diberitakan selamat, nyawa keduanya tak tertolong usai menjadi korban serangan udara Rusia.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia PBB mencatat, ada 636 warga sipil yang tewas di Ukraina akibat invasi Rusia sejak 24 Februari lalu. Tak hanya itu, ada 1.125 warga sipil lain yang terluka akibat konflik militer ini. Salah satu korban tewas ialah seorang ibu hamil yang sempat berada di rumah bersalin di Kota Mariupol. Setelah sempat diberitakan selamat, nyawa keduanya tak tertolong usai menjadi korban serangan udara Rusia.
Mariupol sendiri merupakan salah satu kota yang sudah beberapa hari dikuasai Rusia. Pihak Ukraina mengklaim ada 2.500 orang yang meninggal di kota tersebut akibat gempuran Moskow. Meski sudah menimbulkan banyak korban jiwa, serangan terus terjadi dan upaya gencatan senjata masih jauh disepakati.
Rusia dan Ukraina mengadakan dialog ronde keempat mereka pada Senin (14/3). Namun, dialog ini masih belum mendapatkan hasil, mengingat proses negosiasi dihentikan dan bakal dilanjutkan hari ini, Selasa (15/3).**vol/jn
Berita Terkait :
- Susul Singapura, RI Larang WNI Ikut Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia0
- Arab Saudi Tertarik Kerjasama Proyek Bangun IKN0
- Dua Personel Brimob Polda Riau Raih Penghargaan FPU 3 MINUSCA0
- Harga Gas Eropa Melesat ke Rekor Tertinggi Akibat Rusia-Ukraina0
- Zelensky ke Warga Ukraina: Pertahankan Rumahmu!0
_Black11.png)









