- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
Jakarta Jadi Provinsi Paling Banyak Varian Diwaspadai WHO
Warga Jakarta beraktivitas di masa pandemi virus corona. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, VokalOnline.Com - DKI Jakarta tercatat menjadi provinsi dengan jumlah kasus varian virus corona (Covid-19) yang tergolong 'Variant of Concern' (VoC) terbanyak di Indonesia.
VoC merupakan kategori untuk menyebut varian yang paling diwaspadai Badan Kesehatan Dunia (WHO) dibandingkan jenis varian lainnya lantaran karakteristik penularannya.
Rincian VoC di Ibu Kota, di antaranya yakni 5.801 kasus varian Omicron, dilanjutkan dengan 2.431 varian Delta, 38 kasus varian Alfa, dan 12 kasus pada varian Beta. Satu VoC lain yakni Gamma P1 VoC belum teridentifikasi di Jakarta maupun Indonesia. dilansir dari cnn indonesia.
Rincian VoC di Ibu Kota, di antaranya yakni 5.801 kasus varian Omicron, dilanjutkan dengan 2.431 varian Delta, 38 kasus varian Alfa, dan 12 kasus pada varian Beta. Satu VoC lain yakni Gamma P1 VoC belum teridentifikasi di Jakarta maupun Indonesia.
Seluruh temuan kasus varian di Indonesia itu ditemukan melalui pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS) yang dilakukan terhadap total 22.758 spesimen. Untuk mengetahui detailnya, berikut merupakan sebaran provinsi dan temuan dari seluruh kasus VoC di Indonesia.
Varian Omicron 9.673 Kasus
Sumatera Utara: 53 kasus
Sumatera Selatan: 18 kasus
Sumatera Barat: 38 kasus
Aceh: 47 kasus
Riau: 60 kasus
Lampung: 61 kasus
Bengkulu: 5 kasus
Jambi: 24 kasus
Kepulauan Riau: 26 kasus
Kepulauan Bangka Belitung: 64 kasus
DKI Jakarta: 5.801 kasus
Jawa Barat: 1.306 kasus
Banten: 619 kasus
Jawa Tengah: 396 kasus
Jawa Timur: 329 kasus
DI Yogyakarta: 77 kasus
Bali: 134 kasus
Nusa Tenggara Barat: 45 kasus
Nusa Tenggara Timur: 74 kasus
Kalimantan Barat: 52 kasus
Kalimantan Timur: 44 kasus
Kalimantan Selatan: 19 kasus
Kalimantan Tengah: 61 kasus
Kalimantan Utara: 47 kasus
Sulawesi Utara: 37 kasus
Sulawesi Selatan: 62 kasus
Sulawesi Barat: 1 kasus
Sulawesi Tengah: 15 kasus
Sulawesi Tenggara: 46 kasus
Gorontalo: 11 kasus
Maluku Utara: 12 kasus
Papua: 84 kasus
Varian Delta 8.591 Kasus
Sumatera Utara: 201 kasus
Sumatera Barat: 75 kasus
Sumatera Selatan: 67 kasus
Aceh: 56 kasus
Bengkulu: 28 kasus
Riau: 159 kasus
Lampung: 7 kasus
Jambi: 241 kasus
Kepulauan Riau: 375 kasus
Kepulauan Bangka Belitung: 94 kasus
Banten: 132 kasus
Jawa Barat: 1.232 kasus
DKI Jakarta: 2.431 kasus
DI Yogyakarta: 137 kasus
Jawa Timur: 188 kasus
Jawa Tengah: 466 kasus
Bali: 400 kasus
Nusa Tenggara Barat: 68 kasus
Nusa Tenggara Timur: 119 kasus
Kalimantan Tengah: 41 kasus
Kalimantan Timur: 730 kasus
Kalimantan Utara: 76 kasus
Kalimantan Barat: 303 kasus
Kalimantan Selatan: 160 kasus
Sulawesi Selatan: 198 kasus
Sulawesi Utara: 243 kasus
Sulawesi Tengah: 72 kasus
Sulawesi Tenggara: 20 kasus
Gorontalo: 30 kasus
Maluku: 74 kasus
Maluku Utara: 48 kasus
Papua: 55 kasus
Papua Barat: 24 kasus
Varian Alfa 83 Kasus
Sumatera Utara: 2 kasus
Riau: 1 kasus
Sumatera Selatan: 1 kasus
Lampung: 1 kasus
Kepulauan Riau: 10 kasus
DKI Jakarta: 38 kasus
Jawa Barat: 20 kasus
Jawa Timur: 4 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Kalimantan Selatan: 1 kasus
Kalimantan Tengah: 2 kasus
Bali: 1 kasus
Nusa Tenggara Timur: 1
Varian Beta 22 Kasus
Jawa Barat: 3 kasus
DKI Jakarta: 12 kasus
Jawa Timur: 6 kasus
Bali: 1 kasus
**vol/jn
Berita Terkait :
- Penasihat Ahli Gubri Bahas Sinergitas Informasi dan Komunikasi Publik 20220
- Positif Covid-19 Bertambah 2.400 Kasus, Pasien Sembuh 5.4150
- Kembali, Minta Sekda Hendrizal Dicopot Dari Jabatan dan Tolak Perpanjang HGU PT Indri Plant0
- Komahi Unri Nyatakan Pengadilan Bukan Tempat Nyari Keadilan0
- Rapat Kerja Nasional SPS Sukses Digelar di Yogyakarta0
_Black11.png)









