- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Kamera BBKSDA Riau Rekam 2 Ekor Harimau Remaja, Begini Penampakannya

2 ekor harimau sumatra yang terekam kamera jebak BBKSDA Riau di Teluk Lanus, Kabupaten Siak.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Kamera jebak milik Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau di Desa Teluk Lanus, Kabupaten Siak, merekam penampakan harimau sumatra. Ada 2 individu terekam kamera di lokasi konflik harimau dengan manusia itu.
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas konflik di desa tersebut cukup tinggi. Harimau mendekati pemukiman untuk memangsa ternak warga sekitar.
BBKSDA Riau sudah memasang kandang jebak di lokasi. Hanya saja, si Datuk Belang urung masuk jebakan meskipun umpan kambing yang dipasang di kandang sudah dimakan.
Kepala BBKSDA Riau Genman S Hasibuan, dua ekor harimau itu terekam pada Minggu malam. Dilihat dari ukurannya, harimau itu masih remaja.
"Ada anakan harimau sebagai tanda ada induk harimau, artinya ada 3," jelas Genman, Selasa petang, 1 November 2022.
Genman menjelaskan, harimau sering muncul di sekitar lokasi karena desa tersebut kecil. Warga yang tinggal di sekitar merupakan bekas pekerja sebuah perusahaan.
"Sejak dahulu, warga sering melihat kemunculan harimau," ujar Genman.
Genman berharap harimau itu menjauh dari desa dan kembali lagi ke hutan. Dia berharap warga tidak lagi melepaskan ternak karena bisa memancing harimau datang.
"Harimau tertarik dengan ternak warga yang kadang lepas hingga ke hutan," ucap Genman.
Terkait kandang jebak, Genman mengakui kambing umpan sudah habis dimakan. Di sisi lain, pintu kandang tidak tertutup meskipun harimau masuk.
"Pintu box trap macet karena itu petugas di lapangan kembali memasang umpan di lokasi yang sama," terang Genman. (syu)
Berita Terkait :
- Pasutri di Bengkalis Bunuh dan Bakar ODGJ Demi Klaim Asuransi0
- Satgas TMMD Ke-115 Kebut Semenisasi Jalan Hingga 100 Persen0
- Lakukan PHK Sepihak, PT Agro Sarimas Indonesia Dilaporkan ke Disnaker Inhil0
- Pelayanan RSUD Arifin Achmad Harus Ditingkatkan, Gubri: Jangan Ketus0
- Siti Aisyah Cs Dilaporkan Dugaan Penyerobotan, Polisi Mulai Periksa Saksi0
_Black11.png)









