- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Pasutri di Bengkalis Bunuh dan Bakar ODGJ Demi Klaim Asuransi
Rekayasa Kematian

Dua tersangka pembunuhan ODGJ yang dihadirkan saat konferensi pers Polres Bengkalis.
Pekanbaru, VokalOline.Com - Polres Bengkalis mengungkap kematian pria terbakar di mobil pickup di Jalan PT Arara Abadi kilometer 58, Desa Tasik Serai. Korban merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sengaja dibunuh untuk klaim asuransi jiwa.
Dalam kasus ODGJ dibakar ini, personel Polres Bengkalis menetapkan pasangan suami-istri sebagai tersangka. Keduanya adalah Hendra bin Abu Bakar dan Susiani binti Sarmin.
Kepala Polres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Indra Wijatmiko menjelaskan, tersangka Hendra punya hutang cukup besar. Diapun berencana merekayasa kematiannya pada Kamis pagi, 24 Oktober 2022.
"Korbannya adalah mr X, seorang ODGJ berdasarkan penyelidikan anggota," kata Indra didampingi Kasat Reskrim Polres Bengkalis Ajun Komisaris Muhammad Reza SIK, Selasa siang, 1 November 2022.
Sementara Reza menjelaskan, rekayasa kematian demi klaim asuransi ini berawal dari temuan mobil terbakar di jalan tersebut. Di dalamnya ada orang terbakar.
"Ada yang mengaku pihak keluarga datang ke lokasi dan menolak dilakukan otopsi," kata Reza.
Polisi tetap melakukan penyelidikan dengan melibatkan petugas laboratorium forensik. Petugas menyatakan orang yang terbakar di mobil tewas karena ada kekerasan tumpul.
Setelah itu, polisi menghubungi nomor Hendra yang disebut pihak keluarganya adalah orang yang terbakar di mobil. Ternyata nomor telepon itu aktif hingga akhirnya Hendra tertangkap di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
"Hendra mengakui telah merekayasa kematiannya untuk klaim asuransi jiwa," kata Reza.
Usai Hendra, polisi menangkap Susiani. Istri Hendra ini diduga mengetahui rencana rekaya kematian. Pasalnya pagi sebelum melancarkan aksinya, pelaku mempersiapkan sejumlah berkas untuk pencairan asuransi.
"Jadi sewaktu di rumah, Hendra ngomong mau membunuh orang untuk asuransi," jelas Reza.
Keluar dari rumah, Hendra mencari sasaran sehingga ketemu dengan ODGJ di kawasan Duri. Hendra mengajak ODGJ tadi masuk ke mobil lalu dibawa ke lokasi pembunuhan.
"Ada saksi yang melihat pelaku membawa ODGJ itu, tukang siomay," terang Reza.
Sampai di kilometer 56, ODGJ yang dibawa pakai mobil pribadi langsung dieksekusi. Setelah itu, Hendra sempat pulang ke rumahnya untuk mengambil mobil pickup.
"Di kilometer 58, ODGJ tadi dipindah ke dalam mobil pickup, mobil itu lalu dibakar," sebut Reza.
Atas perbuatannya, tersangka Hendra dijerat dengan Pasal 340 juncto Pasal 338 juncto Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ancamannya 15 tahun penjara.
"Istrinya dijerat karena mengetahui tapi tidak melaporkan ke polisi," imbuh Reza. (syu)
Berita Terkait :
- Satgas TMMD Ke-115 Kebut Semenisasi Jalan Hingga 100 Persen0
- Sopir Transjakarta Kena Sanksi usai Tabrak Sanksi usai Tabrak Lansia hingga Tewas0
- Lakukan PHK Sepihak, PT Agro Sarimas Indonesia Dilaporkan ke Disnaker Inhil0
- Pelayanan RSUD Arifin Achmad Harus Ditingkatkan, Gubri: Jangan Ketus0
- Siti Aisyah Cs Dilaporkan Dugaan Penyerobotan, Polisi Mulai Periksa Saksi0
_Black11.png)









