- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
- Polres Meranti Berhasil Ciduk Oknum Guru Pencabulan Anak di Bawah Umur
- Pilkades Meranti 2026–2027 Digelar, Dinas PMD Ajak Warga Tak Takut Maju Jadi Kepala Desa
- Bupati Meranti Teken Kerja Sama dengan IBT Pelita Indonesia, Dorong SDM Unggul Berbasis Teknologi
- Kejari Meranti Kembali Gadangkan Program Jaksa Masuk Sekolah
KWT Dapur Aru Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga, Ratusan Ibu-Ibu Ikut Serta

Salo Timur, VokalOnline.Com - Kelompok Wanita Tani (KWT) UMKM Dapur Aru, Desa Salo Timur, menginisiasi pelatihan pengolahan sampah rumah tangga yang diikuti oleh ratusan ibu-ibu dari desa setempat dan sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah menjadi peluang ekonomi bagi keluarga.
Ketua KWT Dapur Aru, Nurhidayah Sari, M.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan yang digelar pada Sabtu (22/6) ini merupakan bagian dari program layanan dana masyarakat untuk lingkungan (Small Grant Program) hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Norwegia.
"Para peserta terdiri dari pengurus PKK, anggota KWT, dan kelompok masyarakat lainnya. Mereka kami latih agar bisa mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi," ujar Sari.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali berbagai keterampilan seperti budidaya maggot, pembuatan pupuk kompos, produksi eco enzyme, serta pemilahan sampah organik dan anorganik.
Menurut Sari, keterampilan ini diharapkan dapat membantu para ibu menghasilkan pendapatan tambahan dari rumah. “Sampah yang dulu dianggap menjijikkan, kini menjadi rebutan karena bisa menjadi sumber ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Yeni Aprianis, S.Si., M.Sc, penyuluh kehutanan dari Balai Perhutanan Sosial Kampar, menuturkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara tepat.
“Dengan pengolahan yang benar, sampah bisa menjadi solusi ekonomi, bukan sekadar limbah yang mencemari lingkungan,” jelas Yeni. Ia juga menambahkan bahwa Taufik Akbar, S.Hut, telah ditugaskan sebagai pelatih dalam kegiatan ini.
Kepala Desa Salo Timur, Tukiran, yang turut membuka acara pelatihan, menyampaikan apresiasi dan dukungannya. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan menjadi awal terciptanya desa yang bersih dan mandiri secara ekonomi.(Bom)
Berita Terkait :
_Black11.png)









