- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
Libur Panjang Sekolah, UMKM dan Sektor Wisata Diminta Manfaatkan Momentum

Jakarta, VokalOnline.Com - Pertengahan Juni-Juli ditetapkan sebagai libur panjang dunia pendidikan di Indonesia. Ini kesempatan bagi UMKM dan sektor pariwisata mendapatkan omset yang lebih.
Kesempatan ini diminta jangan disia-siakan oleh sektor jasa, pelaku UMKM, Ekraf dan pariwisata. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA saat dihubungi pada Rabu (25/6/2025).
"Libur sekolah itu jadi momentum meningkatkan omset oleh UMKM, Ekraf dan Pegiat Wisata. Libur panjang ini jangan disia-siakan. Setiap keluarga akan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan family time. Baik dengan berbelanja, wisata ke luar kota hingga wisata singkat ke lokasi terdekat." kata Hendry Munief.
Untuk mendapatkan omset maksimal, pelaku usaha tersebut harus menyiapkan segala sesuatu dengan baik. Mulai dari promosi, diskon harga, dan keuntungan pelayanan lainnya. Dan yang terpenting apa pembeda kita dengan kompetitor.
"Kemudian yang tak kalah pentingnya itu, pemerintah baik pusat dan daerah menyiapkan serangkaian kebijakan yang dapat meningkatkan konsumsi masyarakat. Kita lihat seperti harga tiket sudah diberikan diskon. Mungkin pemda dapat menggelar event-event yang menjadi alternatif keluarga menghabiskan waktu liburnya." terang Ketua Forbis Riau ini.
Dia tak menampik, wisatawan akan melirik lokasi wisata, penikmat kuliner akan mencari kuliner yang menarik. Maka kepiawaian pengelola usaha dan pemerintah setempat untuk menarik wisata.
"Kita tidak bisa memaksa wisatawan harus tetap disini, atau kesana. Asal menurut destinasi itu menarik mereka akan kesana. Maka, pandai-pandailah menarik simpati mereka. Manfaatkan media sosial." tutupnya. (**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









