- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Masyarakat Rupat Harap Jembatan Penghubung Kota Dumai dan Tanjung Kapal

BENGKALIS (VOKALONLINE.COM) - Masyarakat Rupat berharap agar pembangunan jembatan penghubung antara Kota Dumai dengan Tanjung Kapal segera terwujud. Mengingat jembatan tersebut nantinya akan menjadi pintu gerbang dan penyambung urat nadi perekonomian di Pulau Rupat.
Harapan tersebut diutarakan Camat Rupat, Muhammad Rusydy MR saat menyampaikan pidatonya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rupat, di aula pertemuan Kantor Camat Rupat, Jum'at, 4 Februari 2022.
Dijelaskan mantan Sekretaris Camat Mandau itu, keberadaan transportasi Ro-Ro penghubung Dumai - Tanjung Kapal dirasakan belum optimal. Seperti dibatasinya waktu penyeberangan, Senin s.d. Rabu hanya sampai pukul 18.00 WIB. Sedangkan Kamis s.d. Minggu sampai pukul 19.00 WIB.
"Dengan dibatasinya waktu penyeberangan, otomatis perekonomian daerah kami juga terhenti," ucapnya.
Selain pembangunan jembatan, Rusydy juga menyoroti masalah infrastruktur dasar, seperti kondisi jalan penghubung Tanjung Kapal menuju Batu Panjang yang semakin mengkhawatirkan.
Lalu minimnya penerangan jalan dan kurangnya rambu-rambu lalu lintas, sehingga banyak pengunjung yang tersesat saat hendak berlibur ke Pulau Rupat.
Kemudian, pejabat yang mengaku baru empat bulan memimpin Rupat itu juga berharap perbaikan sejumlah jembatan.
"Masih ada jembatan yang menggunakan batang kelapa. Tentunya itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan," ucapnya.
Rusdy juga berharap kondisi abrasi dibeberapa lokasi menjadi perhatian semua pihak. Seperti abrasi Pantai Ketapang yang kian hari kian menggerus bibir pantai.
Selain itu, guna meningkatkan promosi dan perekonomian masyarakat tempatan. Rusydy berharap pihaknya bisa memiliki akses dan sarana untuk berjualan di pelabuhan Ro-Ro Tanjung Kapal.
"Kita ingin mengenalkan oleh-oleh khas Rupat. Sehingga nanti makin banyak orang luar yang membawa produk kami sebagai buah tangan," ujarnya seraya berharap agar kedepannya Kantor Camat Rupat juga memiliki aula pertemuan yang representatif.
Sementara itu, dihadapan peserta musrenbang. Bupati Kasmarni diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono mengatakan di 2022, Rupat mendapatkan alokasi anggaran untuk sejumlah pekerjaan.
Seperti, peningkatan jalan Pangkalan Nyirih - Pantai Ketapang Rp5 miliar, peningkatan jalan Pangkalan Nyirih - Titi Akar Rp3 miliar dan peningkatan jalan Tanjung Kapal - jalan Pemuda Rp2 miliar. (rls/der)
Berita Terkait :
- Para Tersangka Mega Korupsi Jalan di Bengkalis Segera Diadili0
- Anak Gajah yang Induknya Mati Dapatkan Induk Asuh Baru0
- Tragis, Gajah Menyusui Mati Tersengat Listrik di Kebun Sawit0
- Saat Jaksa Betulan Tangkap Jaksa Gadungan di Rupat Bengkalis0
- Kluster Perkantoran, Kasus Covid-19 Meledak di Mandau0
_Black11.png)









