- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Menkes Beri Izin Kapal RS China Peace Ark Beri Pengobatan di Indonesia

Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan izin kepada kapal rumah sakit milik Tentara Pembebasan Rakyat China, Peace Ark untuk memberikan pengobatan kepada warga Indonesia dan warga keturunan China di Indonesia.
Budi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Pusat Penerangan TNI terkait pemberian izin tersebut.
Kendati demikian, Kemenkes hanya memperbolehkan kapal tersebut melakukan pemeriksaan yang bersifat sederhana.
"Jadi mereka diperbolehkan, diiizinkan untuk pemeriksaan rutin sederhana," kata Budi di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11),dilansir dari cnn indonesia.
Sementara itu, untuk pemeriksaan yang membutuhkan tindakan invasif, Budi menyarankan agar tetap dilakukan di darat.
"Kalau untuk tindakan-tindakan yang invasif sebaiknya memang dilakukan di darat. Tapi kalau untuk pemeriksaan rutin bisa dilakukan di kapal," ujarnya.
Kapal rumah sakit milik Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) Peace Ark tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Kamis (10/11). Namun, kapal tersebut hanya memiliki izin port visit atau kunjungan pelabuhan.
Kapal Peace Ark yang singgah di Indonesia selama 10-18 November itu disebut akan memberikan layanan kesehatan kepada warga Indonesia dan warga keturunan China di Indonesia.
Hal itu merupakan misi kemanusiaan Peace Ark ke luar negeri yang ke-10 setelah sebelumnya pada 2013 melakukan kunjungan ke Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana Yudo Margono mengatakan rencana kegiatan pengobatan tersebut harus mengantongi izin dari Kemenkes terlebih dulu.
"Kalau kegiatannya masalah pengobatan dan sebagainya itu adalah harus ada izin Kementerian Kesehatan, sehingga kita tunggu apakah diizinkan apa tidak, kalau tidak ya kita harus jaga, tidak," kata Yudo kepada wartawan, Kamis (10/11).**Syafira
Berita Terkait :
- Rudal Hipersonik Iran Bisa Tembus Iron Dome, Israel Makin Ketar-ketir0
- AS Bocorkan Rencana Rusia Uji Coba Torpedo Nuklir0
- Zelensky Klaim Pasukan Ukraina Rebut 41 Permukiman di Kherson0
- Luhut soal Putin-Zelensky Absen di KTT G20: Mungkin Sibuk0
- Jokowi Tak Hadir HUT NasDem Besok Beri Ucapan Lewat Video0
_Black11.png)









