- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Meriahnya Karnaval Bagholek Godang di Kampar

Penampilan silat persembahan dalam karnaval Bagholek Godang di Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. IST
BANGKINANG, VokalOnline.Com -Ribuan masyarakat Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, tumpah ruahdi jalanan, Sabtu petang, 6 Agustus 2022.
Masyarakat di Negeri Serambi Mekkah itu begitu antusias menyaksikan pawai budaya yang diselenggarakan pemerintah setempat.
Bernama Bagholek Godang, karnaval budaya ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Riau dan Kemerdekaan Indonesia pada Agustus ini.Pawai budaya tersebut dilepas oleh Penjabat Bupati Kabupaten Kampar, Kamsol, di depan Rumah Dinas Bupati di Jalan Prof M Yamin, Kelurahan Langgini.
Kamsol menjelaskan, pawai budaya atau Karnaval Bagholek Godang ini merupakan upaya pemerintah daerah mempertahan adat istiadat dan budaya berharga di Kampar.
"Ini merupakan warisan nenek moyang kita bersama," kata pria yang pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Riau ini.
Kamsol menerangkan, perkembangan zaman yang terus bergulir mempengaruhi perkembangan adat istiadat dan budaya. Begitu juga halnya dengan adat dan budaya Kampar yang mulai terkikis oleh waktu.
"Dengan adanya event pawai adat Kabupaten Kampar ini dapat kembali menghidupkan adat dan budaya Kampar tercinta ini," jelas Kamsol.
Menurutnya, adat dan budaya tidak hanya perlu dilestarikan guna mempertahankan peninggalan nenek moyang. Namun juga perlu direvitalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan pawai ini generasi muda dapat mengenal adat istiadat dan budaya Kampar sehingga dapat dikenal dan lestari," kata Kamsol.
Kamsol menyatakan, adat istiadat harus tetap terjaga dan tidak boleh hilang dimakan zaman. Dengan demikian akan tercipta saling menghargai, menghormati dan bersatu dalam keberagaman serta kepedulian tinggi.
Pawai ini merupakan kegiatan yang positif sebagai alat pemersatu. Pasalnya dengan kebersamaan, semua masyarakat Kampar bisa saling menjaga dalam melestarikan adat budaya Kampar.
"Diperlukan kepedulian dari masyarakat agar tumbuh dan kuat, InsyaAllah kita dapat mewujudkan adat istiadat yang lestari, terjaga sehingga menjadi kearifan lokal Kampar," terang Kamsol.
Meski dikenal sebagai daerah uwang ocu dan melayu, karnaval ini juga menampilkan seni budaya dari daerah lain. Sebut saja Sunda, Jawa, budaya Nias, Sumatra Barat serta daerah lainnya dari ragam belahan Nusantara.
Peserta pawai menampilkan ciri khas budaya daerah masing-masing dalam menjalankan adat. Mulai dari pernikahan, lamaran, khitanan, menyambut kelahiran bayi hingga syukuran panen.
Masyarakat peserta pawai berjalan hingga satu kilometer menuju Lapangan Merdeka atau alun-alun Kabupaten Kampar. Di lokasi ini digelar bazar yang menampilkan ragam makanan ciri khas daerah Kampar ataupun Riau produk UMKM. (syu)
Berita Terkait :
- Fraksi PDIP DPR RI Terima Kunjungan Dewan Pers Membahas Tentang RUU KUHP0
- JMSI dan Kronikel Pemilu0
- Bertemu Wapres, Gubri Syamsuar Bahas BRK Syariah0
- Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau Akan Proses Pencabutan HGU PT.TUM0
- Operasi Penertiban Arus Listrik Digelar Di Palmerah0
_Black11.png)









