- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
Pangeran Abdullah Dibui, MbS Tangkap Lebih dari 20 Keluarga Kerajaan

VokalOnline.Com-- Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), dikabarkan telah menangkap lebih dari 20 anggota keluarga kerajaan, termasuk Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud, selama menjalankan pemerintahan Saudi sejak 2017 lalu.
MbS menangkap mereka lantaran diduga merencanakan kudeta untuk menggulingkan Raja Salman, sang ayah Pangeran MbS.
Berdasarkan laporan Middle East Eye pada 2020 silam, para pangeran Saudi yang ditahan MbS sejauh ini adalah Pangeran Ahmed bin Abdul Aziz, Pangeran Nayef bin Ahmed bin Abdulaziz, Pangeran Mohammed bin Nayef, dan Pangeran Nawaf bin Saad.
Selain itu, beberapa nama lain seperti Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud dan Pangeran Salman bin Abdulaziz juga turut masuk dalam daftar pangeran yang ditangkap MbS.
Penahanan Pangeran Abdullah sendiri diketahui ditangkap pada 2020. Namun penangkapannya belakangan jadi sorotan setelah Saudi menjatuhkan vonis 30 tahun penjara pada Agustus lalu.
Menurut sumber lokal yang dikutip Reuters, MbS "menuduh mereka [para pangeran] melakukan kontak dengan kekuatan asing, termasuk Amerika dan lainnya, untuk melakukan kudeta".
Reuters mengutip sumber yang mengungkapkan bahwa Raja Salman sendiri yang menandatangani surat perintah penangkapan.
Mereka mengklaim sang Raja dalam kondisi yang baik saat melakukan penandatanganan tersebut. Raja Salman diketahui menderita demensia.
Mereka yang ditangkap juga disebut diperintahkan menulis cuitan kesetiaan terhadap MbS. Tiga di antaranya pun sudah melakukan itu.
Banyak yang menilai upaya "bersih-bersih" ini sebagai tindakan paling nekat dan paling putus asa yang dilakukan sang Putra Mahkota.
Tidak seperti pada November 2017 ketika ia melakukan sidak pertamanya terhadap para elit bisnis, nama MbS pada 2020 mulai jelek dan makin tak disukai oleh keluarganya.
Pada 2020, reformasi Putra Mahkota sempat tertatih-tatih. Saudi harus mengalami penurunan harga minyak mentah dan menerima ketidakpuasan karena menutup tempat-tempat suci di Mekah dan Madinah dari seluruh jemaah umrah. Penutupan itu dilakukan setelah negara itu terdampak virus Corona.**Syafira
Berita Terkait :
- PLN Paparkan Inisiatif dan Capaian Transisi Energi di COP 27 Mesir0
- Puan Dinilai akan Teruskan Warisan Bung Karno Rawat Hubungan RI-Korsel0
- Raja Charles III Kesal Trump Komentari Foto Telanjang Dada Kate0
- Nestapa Pasukan Cadangan Rusia: Kerja Paksa hingga Ratusan Tewas0
- Zelensky Minta Bantuan Militer Netanyahu: Ancaman Kita Sama0
_Black11.png)









