- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Peresmian BBM Satu Harga Serentak, 400 Penyalur Sudah Beroperasi

VokalOnlne.Com- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertamina (Persero) melaksanakan peresmian BBM satu harga yang terpusat di Terminal BBM Pertamina Sorong, Provinsi Papua Barat.
Bersamaan dengan itu juga dilaksanakan serentak di dua lokasi SPBU BBM satu harga lain di Kabupaten Tojo Una-Una di Provinsi Sulawesi Tengah serta Kabupaten Halmahera Tengah di Provinsi Maluku Utara.
Peresmian ini menggenapi menjadi 400 penyalur yang telah beroperasi dengan penambahan 69 penyalur (per 23 Oktober 2022) untuk BBM Satu Harga.
Penambahan penyalur di wilayah Papua Barat, Papua, NTT, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku dan Maluku Utara. Di mana target pembangunan BBM Satu Harga pada 2024 sebanyak 583 penyalur.
"Program BBM Satu Harga sendiri sudah dilaksanakan sejak 2017 yang bertujuan untuk memberikan Pemeraataan Energi di Indonesia khususnya , masyarakat di daerah 3T yaitu Tertinggal, Terdepan, Terluar," kata Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, saat peresmian di Sorong, Rabu (02/11).
"Untuk peresmian kali ini dilakukan di tiga tempat, untuk di Sorong sebanyak 25 penyalur, Tojo Una-una 11 penyalur dan Halmahera 11 penyalur," ujarnya.
Pelaksanaan Program BBM Satu Harga tentu memberikan manfaat dan dampak positif yang sangat signifikan. Antara lain mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik masyarakat.
Kemudian, penghematan pengeluaran BBM yang diharapkan diikuti dengan penurunan harga sembako, meningkatkan kualitas Pendidikan dan kesehatan serta membawa dampak positif bagi perekonomian serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara Senior VP Logistik Integration & Optimization PT Pertamina Patra Niaga,Arief Kurnia Ridianto mengatakan, realisasi volume penyaluran BBM satu harga terus meningkat setiap tahunnya.
Di mana volume penyaluran SPBU BBM satu harga dari 2017 sampai dengan 2021 sebesar 819.876 KL. Sedangkan pada 2022 ini sampai dengan September, volume BBM yang tersalurkan kepada masyarakat sudah mencapai 313.035 KL.
"Hal ini menunjukkan bahwa program BBM 1 harga ini telah berhasil memberikan akses energi yang mudah dengan harga yang sama hingga ke wilayah 3T di seluruh Indonesia," ujar dia.
Sebagai informasi, sebaran 400 Penyalur BBM Satu Harga (Pertamina & AKR) yaitu : Sumatera (63 Penyalur), Kalimantan (90 Penyalur), Sulawesi (42 Penyalur), Jawa & Madura (3 penyalur), Bali(2 penyalur), Nusa Tenggara (68 Penyalur) dan Maluku & Papua (132 Penyalur).**Syafira
Berita Terkait :
- Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan KONI Lindungi Ekosistem Olahraga0
- Inflasi Terjaga di 5,71 Persen, Jaminan RI Bebas Krisis dan Resesi?0
- Suku Bunga The Fed Tekuk Rupiah Berlutut Nyaris ke Rp15.7000
- Pemerintah Janji UMP Naik, Tapi Idealnya Berapa0
- AS Siapkan Bansos Rp211 T untuk Bayar Tagihan Energi, Termasuk Listrik0
_Black11.png)









