- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Suku Bunga The Fed Tekuk Rupiah Berlutut Nyaris ke Rp15.700

VokalOnline.Com - Nilai tukar rupiah berada di level Rp15.660 per dolar AS pada Kamis (3/11) sore. Mata uang Garuda melemah 13 poin atau 0,09 persen usai The Fed menaikkan suku bunga.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona merah. Yen Jepang menguat 0,45 persen, baht Thailand melemah 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,07 persen, won Korea Selatan melemah 0,17 persen, dan yuan China melemah 0,26 persen.Dolar Singapura menguat 0,09 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan pagi ini.
Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,17persen, poundsterling Inggris menguat 0,23 persen, dan franc Swiss menguat 0,23 persen.Lalu, dolar Australia menguat 0,08 persen, dan dolar Kanada menguat 0,15 persen.
Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah akibat keputusan The Fed mengerek suku bunga acuan sebesar 75 basis poin yang diikuti oleh kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
"Rupiah sepertinya akan melemah tertekan oleh penguatan dolar AS karena kenaikan imbal hasil obligasi AS setelah pada pertemuan FOMC The Fed bernada lebih hawkish dari ekspektasi pasar,"
Selain itu, pelaku pasar kembali memprediksi The Fed bakal terus melanjutkan kebijakan suku bunga tinggi. Tercermin dari kenaikan suku bunga 75 basis poin, meski inflasi berangsur turun.
"Suku bunga The Fed kemungkinan akan lebih tinggi dan belum saatnya membahas pengetatan yang lebih pelan," jelasnya.Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bakal bergerak di rentang Rp15.600 per dolar AS - Rp15.700 per dolar AS.**Syafira
Berita Terkait :
- Pemerintah Janji UMP Naik, Tapi Idealnya Berapa0
- AS Siapkan Bansos Rp211 T untuk Bayar Tagihan Energi, Termasuk Listrik0
- Harga Minyak Dunia Naik ke US$96 Usai The Fed Kerek Suku Bunga0
- Menhub Klaim Jepang, Korea, dan Inggris Akan Investasi di Proyek MRT0
- Kabar XL Axiata PHK Karyawan Dibantah Manajemen0
_Black11.png)









