- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Petani Kopsa-M Pilih Urus Kebun Dulu Demi Bertahan Hidup
Kesampingkan Dulu Konflik Kepengurusan

Ilustrasi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Harga tandan buah segar (TBS) sawit tak ada turunnya di Riau bahkan mencapai Rp3.400 per kilogram. Hal ini membuat petani yang tergabung dalam Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M) di Desa Pangkalan Baru, Kabupaten Kampar, mulai berbenah.
Sejenak, petani dan pekerja tak ingin larut dalam konflik internal kepengurusan Kopsa-M. Ada ribuan hektare lahan yang butuh perhatian sejak ada dua versi kepengurusan.
"Soal kepengurusan kami kesampingkan dulu, ada sisi ekonomi dari kebun yang harus diperhatikan," ucap seorang petani, Rizal, saat ditemui di kebun sawit Kopsa-M, Kamis siang, (25/11).
"Kami baca berita, harga sawit naik terus, ini harus dimanfaatkan petani untuk mengurus kebun yang sudah tiga bulan tak terurus," tambahnya.
Sebelum panen, puluhan petani sawit dan pekerja sudah berembuk dengan ninik mamak dan kepala desa. Yang pertama kali dilakukan adalah pembersihan jalan sebagai akses masuk.
Puluhan pekerja dan petani sudah mengecek kebun. Pohon sawit sudah banyak yang ditumbuhi semak sehingga akan dibersihkan dulu setelah jalan dibersihkan.
"Beberapa hari ke depan kami akan gotong royong membersihkan kebun," kata Rizal.
Target 800 Hektare
Ceritanya, petani dan pekerja sudah mendapatkan secercah semangat setelah mendapat dua kali talangan dari PT Perkebunan Nusantara atau PTPN V sebagai mitra Kopsa-M.
Sementara untuk panen nanti, petani berharap PTPN V kembali membuka DO PB (surat pemesanan buah). Hasil penjualannya akan masuk ke rekening bersama.
"Target lahan yang panen 800 hektare, diangsur nanti," jelasnya.
Di sisi lain, petani saat mengecek kebun menemui beberapa jalan utama sudah rusak. Petani curiga ada yang sengaja dirusak karena ada bekas alat berat di lokasi.
Petani sudah tahu orang yang diduga merusak jalan itu. Petani sudah meminta perusak itu memperbaiki jalan lagi karena untuk kebaikan bersama.
"Demi petani dan pekerja juga, kalau tidak mau memperbaiki akan kami laporan ke Polres Kampar," kata Rizal.
Disinggung soal kepengurusan, petani mengakui memang ada rapat anggota luar biasa (RALB). Di sisi lain, ketua Kopsa-M RALB Martius sudah meninggal dunia beberapa hari terpilih. Otomotis hal ini membuat pucuk pimpinan kosong.
Terkait Anthony Hamzah yang saat ini tidak diketahui keberadaannya, masa jabatannya akan habis pada 2 Desember nanti.
Mau tidak mau, Kopsa-M harus melakukan rapat lagi. Saat ini, petani tengah membahas bagaimana format rapat, apakah rapat anggota tahunan, rapat khusus dan RALB.
Petani di desa itu, bukannya tak mau menerima Anthony lagi. Namun ada syaratnya, yaitu menyerahkan laporan pertanggungjawaban tahun 2019, 2020, dan 2021 serta menjelaskan ke mana saja penggunaan keuangan Kopsa-M selama ia menjabat.
"Kami sudah memintanya pulang, sajikan LPJ, harus langsung, tidak pakai zoom karena alasan Covid-19 tidak bisa dipakai lagi. Kita telah persiapkan upaya hukum untuk mengaudit keuangan Kopsa-M," paparnya.
Petani, sambung Rizal tak ingin rapat nanti diselenggarakan di luar desa. Apalagi sampai menyewa hotel karena lebih baik uangnya untuk petani.
"Lebih baik di desa, duduk bersama, makan bersama, bisa menghemat uang koperasi juga," tuturnya.***
Berita Terkait :
- M Safii Terpilih jadi Kepala Desa Sawah Baru0
- Korban Pelecehan Dekan Universitas Riau Menangis Saat Rekonstruksi0
- Pendaftaran Calon Ketua KONI Riau Dibuka0
- Bupati Rohil Sampaikan Berbagai Masukan Pengelolaan Blok Rokan0
- Polda Perkuat Bukti Kasus Dekan Tersangka Pencabulan Mahasiswi0
_Black11.png)









