- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Korban Pelecehan Dekan Universitas Riau Menangis Saat Rekonstruksi

Ilustrasi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Penyidik Polda Riau sudah melakukan rekonstruksi kasus pelecehan seksual mahasiswi. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau Syafri Harto yang menjadi tersangka dalam kasus ini menjalani 36 adegan, termasuk korban berinisial L.
Saat rekonstruksi pelecehan mahasiswi Universitas Riau ini berlangsung, pelaku dan korban tidak dipertemukan. Meski demikian, korban sempat menangis karena trauma atas kejadian saat bimbingan skripsi itu.
"Korban sempat menangis," kata kuasa hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru, Kamis petang, 25 November 2021.
Rian menjelaskan, rekonstruksi dilakukan pada Selasa, 23 November 2021. Kegiatan berlangsung dari siang hingga petang di ruang Dekan Fisipol Universitas Riau yang saat itu menjadi dosen bimbingan skripsi korban.
Di beberapa bagian rekonstruksi, ada adegan yang berat dijalani korban. Pasalnya adegan itu mengingatkan korban kepada kejadian yang dialaminya pada akhir Oktober lalu.
Menurut Rian, korban masih bisa menjalankan adegan yang tidak ada sentuhan fisik. Tapi memasuki adegan, seperti ada terlontar kalimat "I love you" dari pelaku hingga sempat dicium tersangka, korban berat menjalankan.
"Pada adegan itu tersangka pakai pemeran pengganti," kata Rian.
Rian menceritakan, pada adegan 29 dan 30 korban menelpon Sekretaris Jurusan Hubungan Internasional Fisipol Universitas Riau. Korban menceritakan apa yang telah dialaminya.
"Korban menceritakan kalau dia dilecehkan, disitu korban nangis," ungkap Rian.
Rian menceritakan, korban sempat bingung saat diberitahu adanya rencana rekonstruksi. Pasalnya sebelum itu, korban pernah menjalani rekonstruksi juga di ruangan yang sama.
Rian berusaha meyakinkan korban kalau rekonstruksi pertama merupakan pra karena kasusnya masih penyelidikan. Sementara rekonstruksi kali ini lebih lengkap karena sudah penyidikan dan ada tersangka.
"Ada jaksa juga yang ikut, nanti akan dimasukkan dalam berkas perkara, kita bilang ini reka adegan yang lebih lengkap lagi," tutur Rian.
Korban, kata Rian, juga sempat bertanya, apakah Syafri Harto ikut dalam rekonstruksi. Korban menyatakan dia takut dan belum sanggup untuk bertemu.
Mengetahui tersangka juga ada di rekonstruksi, Rian meminta penyidik memisahkan dengan korban. Rian menyatakan keberatan kalau tersangka dan korban disatukan.
"Kondisi korban terkini masih belum kunjung stabil, bahkan ketika kegiatan rekonstruksi, korban turut didampingi psikolog." kata Rian. (syu)
Berita Terkait :
- Pendaftaran Calon Ketua KONI Riau Dibuka0
- Bupati Rohil Sampaikan Berbagai Masukan Pengelolaan Blok Rokan0
- Polda Perkuat Bukti Kasus Dekan Tersangka Pencabulan Mahasiswi0
- Kluster Perkantoran, Kasus Covid-19 Meledak di Mandau0
- Rekonstruksi, Dekan Tersangka Cabul dan Korban Lakukan 36 Adegan0
_Black11.png)









