- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Polda Riau Memproses sembilan Tersangka Kasus Karhutla

Ada 8 laporan polisi dengan luas lahan terbakar 130,5 hektare.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan pihaknya sudah memproses sembilan tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah ini.
" Ada 8 laporan polisi dengan luas lahan terbakar 130,5 hektare. Untuk tersangka perorangan berjumlah 9 orang, korporasi belum ada," ujar Sunarto dalam keterangannya, di Pekanbaru, Rabu.
Ia mengatakan, sejak awal Januari 2022, ratusan hektare lahan di Riau terbakar termasuk kawasan Taman Nasional Tesso Nillo di Kabupaten Pelalawan, sehingga Polda Riau masih menangani kasus kebakaran lahan yang dilakukan perorangan sejumlah petani.
Sunarto mengatakan, pelaku karhutla paling banyak menyebabkan kebakaran lahan yakni di Kabupaten Indragiri Hilir.
"Polres Indragiri Hilir menangani dua kasus dengan dua orang tersangka. Tercatat 107,5 hektare yang terbakar yang ditangani kepolisian," kata Sunarto.
Sedangkan Polres Rokan Hilir menangani tiga kasus karhutla dan menetapkan tiga orang tersangka. Perbuatan ketiga tersangka menghanguskan lahan seluas 12 hektare.
Berikutnya, Polres Rokan Hulu menetapkan dua orang tersangka dari satu perkara karhutla seluas 5 hektare.
"Polres Siak dan Bengkalis masing-masing menangani satu perkara dan jumlah tersangka masing-masing satu orang. Untuk luasan lahan terbakar 4 hektare dan 2 hektare," katanya pula.
Sementara itu, sebanyak dua perkara masih dalam tahap penyidikan dan satu perkara telah tahap I atau berkas tengah diteliti oleh jaksa peneliti. Namun, 5 perkara sudah tahap II atau tersangka dan barang bukti diserahkan ke jaksa.
Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan total luas lahan terbakar di Riau mencapai 1.060,85 hektare. Daerah paling luas lahan terbakar yaitu di Rokan Hulu yakni 302,5 hektare.
"Berikutnya Rokan Hilir 147 hektare, Kampar 139,47 hektare, Bengkalis 136,7 hektare, Pelalawan 113,2 hektare, Indragiri Hilir 80,5 hektare. Dumai 49,95 hektare, Kepulauan Meranti 32,1 hektare, Indragiri Hulu 31,9 hektare, Pekanbaru 13,79 hektare, Siak 13,24 serta Kuantan Singingi 0,5 hektare," kata Edy pula. **Fira
Berita Terkait :
- Sekda Hendrizal Diduga Nikmati 1500 Haktar Kebun Sawit Dari PT Palma Grup 0
- Sekda Kampat Lantik Kades Yang Putusan Hukum Belum Inkrah0
- Dua orang Tewas Dalam Kecelakaan Di Tol Semarang-Boyolali0
- Polisi Amankan Empat Pelajar SMA Pelaku Tawuran Yang Bacok Lawannya0
- Dapat PHK, Rohman Satori 21 Tahun Kerja Tak Terima Pesangon PT Arvena Sepakat 0
_Black11.png)









