- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Pria Asal Florida Pamer Salah Satu NFT Termahal di Dunia

Ilustrasi NFT termahal di dunia.
Jakarta, VokalOnline.Com - Popularitas non-fungible token (NFT) terus meningkat dengan harga jual yang makin meroket. Beberapa di antaranya bahkan menyentuh harga ratusan miliar rupiah.
Salah satu koleksi NFT termahal di dunia adalah Bored Apes Yacht Club (BAYC) yang terjual pada September 2021. Koleksi 101 NFT BAYC terjual di Sotheby seharga US$24,4 juta atau sekitar Rp351 miliar.
Selain itu, Yuga Lab, perusahaan di balik BAYC juga berhasil menjual koleksi lain berjudul 101 Bored Ape Kennel Club seharga US$1,8 juta atau sekitar Rp25,89 miliar.
Kedua penjualan tersebut membuat NFT BAYC ini menjadi salah satu NFT termahal di dunia. Bersanding dengan NFT dari CryptoPunks yang dijual seharga US$16,9 juta atau Rp243,1 miliar pada Mei, dan NFT kolase Beeple yang dijual seharga $69 juta atau Rp992,6 miliar pada Maret.
Dilansir dari BuzzFeed, sosok di balik kesuksesan BAYC adalah dua pria asal Florida, Greg Solano dan Wylie Aronow. Solano adalah seorang penulis dan editor berusia 32 tahun di balik nama samaran Gargamel, sedangkan Aronow yang berusia 35 tahun menggunakan nama Gordon Goner.
BuzzFeed mengatakan informasi Solano dan Aronow ditemukan dengan mencari catatan bisnis publik untuk Yuga Labs. Penelusuran berujung ke sebuah alamat yang berafiliasi dengan Solano. Kemudian BuzzFeed juga menemukan catatan publik lain yang menghubungkan Solano dengan Aronow.
CEO Yuga Labs Nicole Muniz mengonfirmasi bahwa Solano dan Aronow memang merupakan sosok pendiri Yuga Lab.
Keduanya diketahui bertemu saat tumbuh besar di Florida dan membuat ide BAYC dengan harapan dapat menembus dunia kripto.
Meski disebut sebagai sosok di balik BAYC, Aronow dan Solano bukanlah yang menggambar NFT tersebut. Seseorang berumur 27 tahun dengan nama Seneca merupakan seniman utama pada proyek koleksi 'Kera Bosan,' seperti dikutip dari The Verge.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- Twitter Kembangkan Fitur Articles untuk Ngetweet Lebih Panjang0
- Ini dia Medsos India untuk Saingi Twitter, Namanya Aplikasi Koo0
- Rohil Mulai Pakai Aplikasi Bersama Selamatkan Riau0
- Rilis produk baru, OPPO Reno6 Bawa Kamera AI Canggih dan Siap Manjakan Para Gamer0
- Rilis Di Indonesia Inilah Harga Smartwatch Garmin Enduro0
_Black11.png)









