Breaking News
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Protes Toa Musala, Warga Sempat Ribut di Jalan Pemuda Pekanbaru

Pekanbaru, VokalOnline.Com -Sejumlah warga di Jalan Pemuda, Kelurahan Tampan,
Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, terlibat cekcok mulut pada Rabu
malam, 16 Maret 2022. Pemicunya adalah pengeras suara musala di sekitar
lokasi tersebut.
Informasi dirangkum, kejadian
bermula saat pria inisial R protes kepada pengurus Musala Nurul Yakin
terkait pengeras musala. Pasalnya toa itu mengarah persis ke rumahnya
yang bersebelahan langsung dengan tempat ibadah tersebut.
Selama
ini, R tidak pernah protes. Hanya saja dalam beberapa hari terakhir
anaknya yang berusia 3 tahun tengah sakit dan selalu rewel pada malam
hari.
R mendatangi pengurus musala dan meminta
toa pengeras suara tidak menghadap ke rumahnya lagi. Hal ini kemudian
sampai ke pihak RT dan berusaha dicari jalan tengah.
Entah
apa sebab, amarah sejumlah warga yang mengetahui protes R ini pecah.
Keributan tak bisa dihindari tapi belum sampai terjadi kontak fisik.
Keributan
R dengan sejumlah warga ini dilihat oleh personel Polsek Payung Sekaki
yang berpatroli. Kapolsek Inspektur Satu Bayu Ramadhan turun tangan dan
meminta sejumlah warga datang ke Polsek untuk mediasi.
Inspektur
Satu Bayu dalam keterangan persnya menyatakan persoalan pengeras suara
musala ini sudah selesai. Kedua belah pihak sudah bersepakat damai.
"Kedua belah pihak menandatangani surat perdamaian dan sepakat hidup harmonis," kata Bayu.
Menurut Bayu, pihaknya mengajak kedua belah pihak ke Polsek karena upaya penyelesaian di sana tak berjalan mulus.
"Kita
ajaklah para pihak ini ke Mapolsek, kita ajak cerita, diskusi dan
mediasi, lalu para pihak sepakat untuk melaksanakan perdamaian," jelas
Bayu. (syu)
Berita Terkait :
- Polresta Cek Distributor Minyak Goreng Antipasi Penimbunan0
- Jaksa Terus Lengkapi Berkas Korupsi Pembangunan RSUD Bangkinang0
- Kejati Riau Beri Sinyal Tetapkan Tersangka Korupsi Kasbon APBD Inhu0
- Ketua LP3KB Bengkalis: Pemkab Harus Tanggap Dalam Mengatasi Keuangan0
- Bawaslu Siak Adakan Seminar Wawasan Pemilu di Ponpes Bustanul Ulum0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









