- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
Puan Minta Polisi Cari Korban Lain Dugaan Pelecehan Dokter di Garut

Jakarta, VokalOnline.Com - Ketua DPR Puan Maharani meminta pihak kepolisian untuk mencari korban pelecehan seksual oleh dokter kandungan di Garut berinisial MFS lain yang belum melapor karena ragu akibat trauma atau tekanan.
Puan menilai langkah tersebut penting agar aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus pelecehan seksual yang dilakukan alumni program spesialis FK Unpad.
"Aparat penegak hukum juga harus menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor karena trauma atau tekanan," kata Puan dalam keterangannya, Rabu (16/4).
Puan berharap pihak kepolisian dapat menggandeng pihak Kemenkes demi menangani kasus ini secara cepat dan transparan.
Ia juga meminta pihak kepolisian tidak mentolerir sedikit pun pelaku yang melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya ini.
"Ini adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi, apalagi dilakukan oleh tenaga medis yang seharusnya menjadi pelindung dan pemberi rasa aman bagi pasien. Tidak boleh ada toleransi terhadap praktik kejahatan seksual di fasilitas layanan kesehatan," ujar dia.
Di sisi lain, Puan menilai kasus ini sebagai menunjukkan adanya fenomena gunung es di Indonesia terkait tindakan dan kasus kekerasan seksual.
Terlebih, kata dia, kasus kekerasan seksual serupa yang dilakukan oleh tenaga medis baru-baru ini terungkap dan menjadi sorotan publik.
"Setiap hari kita mendengar, membaca berita atau informasi, dan mungkin bahkan mengetahui langsung soal kasus kekerasan seksual yang memilukan dan mengiris hati. Kasus kekerasan seksual di Indonesia yang terus menggunung ini menjadi PR kita bersama," ujarnya.
Sebelumnya, di media sosial beredar video aksi dokter kandungan yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita saat melakukan pengecekan USG.
Dalam video yang beredar, terlihat dokter tengah mengecek kondisi kandungan pasien. Namun saat dilakukan pengecekan, tangan dari dokter tersebut, memegang bagian dada korban.
Buntut peristiwa itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menangguhkan surat tanda registrasi (STR) dokter spesialis obgyn di Garut tersebut. Dengan demikian yang bersangkutan tidak diperkenankan melanjutkan praktik terlebih dulu.
Kini, dokter berinisial MSF itu juga telah ditangkap oleh aparat Polres Garut. Saat ini, MSF masih menjalani pemeriksaan intensif.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









