- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Rocky Gerung: Jokowi Jenius Rangkul PAN, Sumbat Peluang Dukung Anies

Menurut Rocky Gerung, Jokowi berupaya menghentikan potensi PAN mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Jakarta, VokalOnline.Com - Pengamat politik Rocky Gerung menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasukkan PAN ke dalam Kabinet Indonesia Maju merupakan bentuk kejeniusan sang Presiden.
Menurut dia, langkah tersebut bisa menghalangi potensi PAN mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024.
"Potensi untuk merawat Anies adalah PAN. Karena itu PAN dimasukin ke istana. Nah itu kejeniusan Pak Jokowi," kata Rocky dikutip dari diskusi detikcom-Total Politik, Kamis (16/6).
Rocky berpendapat potensi PAN untuk mengusung Anies hendak dihentikan oleh Jokowi.
Oleh karena itu, dalam reshuffle atau perombakan kabinet pada Rabu kemarin Jokowi melantik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi.
"Jadi sebelum PAN ini berminat mengasuh Anies, mending diasuh dulu PAN di sana kan. Jadi peluang Anies untuk dapat peluang PAN selesai," ujarnya.
Adapun Anies belakangan disebut-sebut tengah dilirik PAN untuk dipinang sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Kehadirannya di berbagai acara partai tersebut dinilai menunjukkan keseriusan PAN dalam mencari capres potensial.
Ketua DPP PAN Bima Arya mengatakan penunjukkan Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan melalui proses yang panjang.
Menurutnya, komunikasi dengan Presiden Jokowi sudah terbangun sejak setahun lalu.
"Ini kan prosesnya panjang, sudah saya sampaikan tadi ya. Sudah setahun lebih lah. Ada komunikasi, ada kesepakatan antara pak Jokowi dengan Ketum," ujar Bima Arya dalam siaran Breaking News CNN Indonesia TV, Rabu (15/6).
Diketahui, PAN bergabung dengan koalisi pemerintah Jokowi periode 2019-2024 pada Agustus 2021. Sementara itu, di Pilpres 2019, PAN mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama Partai Gerindra, PKS, dan Partai Demokrat.**vol/jn
Berita Terkait :
- Telkom Ingin NeuCentrIX Jadi Pusat Ekosistem Digital0
- Jaksa Agung dan Kemenkeu Buat Kerja Sama Berantas Pencucian Uang0
- Persemaian Rumpin, Contoh Nyata Kolaborasi Pemerintah-Swasta Atasi Perubahan Iklim0
- RHR Dodi Sarjana: Ditangan DR Syafriadi PWI Riau Akan Lebih Baik dan Terhormat 0
- 11 Kendaraan Diduga Hasil Curian Diamankan Di Pelabuhan Ferry0
_Black11.png)









