- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Sebelum OTT, Bupati Kuansing Ketakutan Dibuntuti Sebuah Mobil

Bupati Kuansing Andi Putra dibawa ke Jakarta oleh penyidik KPK setelah diperiksa di Polda Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Bupati Kabupaten Kuansing (Kuantan Singingi) Andi Putra dibawa penyidik KPK ke Jakarta setelah diperiksa di Polda Riau sejak Senin malam, 18 Oktober 2021. Ini merupakan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Kuansing terkait dugaan korupsi menerima janji perizinan perkebunan.
Bupati Kuansing Andi Putra dibawa penyidik KPK dari Polda Riau pada Selasa, 19 Oktober 2021. Dia naik sebuah mobil didampingi sejumlah penyidik menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
"Pemeriksaan dilanjutkan di Jakarta, pak Bupati berangkat hari ini, saya besok," kata Dodi Fernando selaku kuasa hukum Andi Putra.
Dodi menjelaskan, aktivitas Andi Putra sebelum berurusan dengan KPK berjalan seperti biasa. Pagi masuk kantor Bupati Kuansing dan siang harinya pulang ke rumah untuk istirahat.
Setelah dari rumah itu, Andi Putra berangkat ke Pekanbaru bersama ajudan, sopir dan staf bagian protokoler. Sebelum ke Pekanbaru Andi Putra menghubungi Dodi untuk bertemu.
"Namun saya saat itu masih ketemu klien, pak Bupati duluan ke Pekanbaru," kata Dodi.
Dodi menjelaskan, Andi Putra datang ke ibu kota Provinsi Riau untuk memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.
"Ada agenda menjadi saksi," ucap Dodi.
Dalam perjalanan, Bupati Kuansing Andi Putra kembali menghubungi Dodi. Dia merasa khawatir karena ada mobil yang membuntutinya dari Kuansing.
Setelah itu, Dodi bertemu dengan Andi di tengah jalan. Andi kemudian menonaktifkan nomor pribadinya karena masih takut akibat masih ada yang membuntuti.
"Saat itu ada telepon masuk ke ajudannya, ngaku penyidik KPK dan menghadap ke Polda Riau," jelas Dodi.
Atas saran Dodi, Andi Putra berangkat ke Polda Riau. Ternyata memang benar ada sejumlah penyidik KPK sudah menunggu di ruangan pemeriksaan Polda Riau.
Hanya saja, penyidik belum bisa memeriksa karena belum ada tanda tangan surat kuasa. Tak lama setelah itu, penyidik menunjukkan sebuah surat perintah penyidikan.
Surat kuasa akhirnya ditandatangani Dodi dan pemeriksaan baru dilakukan. Pemeriksaan kembali berlanjut pada Selasa pagi hingga petang dan akhirnya Andi Putra dibawa ke Jakarta.
Dodi tidak menyebut status Andi Putra dalam kasus ini, apakah saksi atau sudah tersangka. Dia menyebut soal status ini merupakan wewenang penyidik, begitu juga terkait kasus apa sehingga Andi dipanggil KPK.
"Itu sudah masuk materi, wewenang penyidik," tegas Andi.
Berita Terkait :
- Dibawa KPK ke Jakarta, Bupati Kuansing : Mohon Doanya Biar Lancar0
- Imigrasi Dumai Sambut Kunker Irjen Kemenkumham Beserta Rombongan0
- Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penyelewengan BBM Subsidi0
- Polda Riau Tangkap 59 Operator Judi Online0
- Mati Terjerat Lagi, Kepunahan Harimau Sumatra di Riau Makin Dekat0
_Black11.png)









