- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Sindir Putin, Zelensky Sebut G19 Bukan G20 di Depan Jokowi-Biden

Meski Ukraina bukan anggota G20, Presiden Volodymyr Zelensky diundang berpidato di KTT Nusa Dua, Bali, yang dihadiri pula oleh Menlu Rusia Sergei Lavrov
Nusa Dua, VokalOnlne.Com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut forum negara G20 menjadi G19 untuk mengecam invasi Rusia dalam pidatonya di KTT Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11).
Meski Ukraina bukan anggota G20, Zelensky diundang untuk berpartisipasi dalam KTT tersebut.
"Perdamaian adalah nilai global. Itu yang penting bagi setiap orang di dunia. Saya yakin Anda juga demikian, para pemimpin G19," ucap Zelensky melalui pidato virtualnya di KTT G20.
"Dan jika Rusia menentang proposal perdamaian kami, Anda akan melihat bahwa Rusia hanya ingin perang," paparnya lagi.
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Harmianin mengatakan Zelensky memang sengaja menyebut forum G20 menjadi G19 untuk mengasingkan Rusia yang dinilai tidak pantas lagi dianggap menjadi anggota 20 negara ekonomi terbesar.
"Iya itu (pernyataan Zelensky) dengan tujuan (seperti itu)," kata Hamianin saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.
Sindiran itu pun diutarakan Zelensky di depan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang mewakili Presiden Vladimir Putin dalam KTT G20 kali ini. Putin sebelumnya direncanakan hadir ke KTT di Bali namun tidak jadi.
Rusia memang terus menjadi sorotan di G20 terutama setelah melancarkan invasinya ke Ukraina pada Februari lalu. Sejak itu, beberapa negara anggota seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, hingga Australia mendesak Rusia ditendang dari keanggotaan G20.
AS Cs juga sempat mendesak Indonesia tidak mengundang Rusia dalam gelaran KTT G20 ini, apalagi mengundang Putin datang ke Bali. Namun, sebagai Presiden G20 tahun ini, Indonesia tetap mengundang seluruh negara anggota.
Lebih lanjut, dalam pidatonya hari ini, Zelensky juga memamerkan kemenangan pasukan Ukraina di Kherson.
Zelensky juga mengajukan setidaknya 10 poin solusi damai untuk menghentikan peperangan dengan Rusia. Beberapa poin di antaranya yakni mendesak pasukan Rusia menarik diri terutama dari situs strategis hingga menghentikan Moskow memanfaatkan krisis energi sebagai senjata di Ukraina.
"Kalau Rusia menolak formula damai kami, Anda akan melihat bahwa mereka hanya ingin perang," ucap Zelensky. **Syafira
Berita Terkait :
- AS: Anggota KTT G20 Bakal Ramai-ramai Kecam Perang Rusia di Ukraina0
- Crazy Rich Mackenzie Scott Donasi Rp31 T dalam 7 Bulan Terakhir0
- Rusia Ogah Bahas Isu Keamanan di Bali: KTT G20 Itu Fokus soal Ekonomi0
- Xi Jinping Tiba di Bali Hari Ini, Bakal Ketemu Biden Jelang KTT G200
- Erdogan Murka Ledakan Tewaskan 6 Orang di Istanbul: Ada Bau Teror0
_Black11.png)









