- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
- Polres Meranti Berhasil Ciduk Oknum Guru Pencabulan Anak di Bawah Umur
- Pilkades Meranti 2026–2027 Digelar, Dinas PMD Ajak Warga Tak Takut Maju Jadi Kepala Desa
- Bupati Meranti Teken Kerja Sama dengan IBT Pelita Indonesia, Dorong SDM Unggul Berbasis Teknologi
- Kejari Meranti Kembali Gadangkan Program Jaksa Masuk Sekolah
100 Hari Kinerja PJ Kampar, Ia Berharap Angka Penurunan Stunting di Kabupaten Kampar

Kamsol Pj Bupati Kampar Saat membuka Launching Deteksi Ibu Hamil Cegah Stunting (Debum Ceting) di UPT Puskesmas Tapung, Selasa (26/07/2022). Didampinggi Kadiskes Kampar dan Kepala Pukesmas Tapung
TAPUNG,VokalOnline.Com-Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang dapat menyebabkan tumbuh mereka pendek.
Maka Kamsol berharap di 100 Hari Kinerjanya sebagai Pj Bupati, Kepala Puskesmas dapat membuat Inovasi di puskesmas masing-masing, seperti Inovasi yang telah ada seperti Pemberian Tablet Darah pada Remaja Putri dan Inovasi Asi Eksklusif Ceting (Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi 0-6 Bulan).
Masalah stunting pada anak bisa dicegah dari masa kehamilan, hal ini menjadi langkah konkret yang akan dilakukan untuk menangani Stunting di Wilayah Kabupaten Kampar khususnya di Wilayah Tapung.
Hal ini dikatakan Kamsol Pj Bupati Kampar Saat membuka Launching Deteksi Ibu Hamil Cegah Stunting (Debum Ceting) di UPT Puskesmas Tapung, Selasa (26/07/2022).
Dr H.Kamsol MM menjelaskan bahwa Stunting adalah masalah Gizi Kronis pada Balita, dampak Stunting tidak hanya dari segi kesehatan," tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan Anak.
Jika saat ini Anak Indonesia menderita Stunting l, dapat dipastikan Bangsa ini tidak mampu bersaing dengan Bangsa lain dalam menghadapi tantangan Global.Kata Kamsol.
Ia menambahkan, Kasus Stunting ini menjadi tanggung jawab kita bersama melalui suatu pemeriksàn terhadap Ibu Hamil untuk mencegah Stunting atau yang disebut Debum Ceting.
“Untuk menekan Angka Stunting diperlukan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan Stunting melalui penyelenggaraan intervensi secara terkoordinir dan terintegrasi kepada sasaran prioritas.”ungkapnya”.
Saya menghimbau agar seluruh Ibu Hamil dapat memeriksa kehamilannya di fasilitas kesehatan secara teratur guna mendeteksi resiko kehamilan secara dini sehingga Angka Stunting dapat diturunkan, untuk Camat dan Kepala Desa saya menghimbau agar mendukung Kegiatan Intervensi percepatan Penurunan Stunting.Kata Kamsol.
Ia menjelaskan, berdasarkan data status gizi indonesia tahun 2021 angka prevalensi stunting di provinsi riau adalah 22,3% Artinya ini masih butuh kerja keras untuk mencapai penurunan angka stunting.
“Dengan berbagai program atau kegiatan ini diharapkan tercapai angka penurunan stunting di Kabupaten Kampar dengan Sesuai target Nasional 14% di Tahun 2024.”Tutupnya”.***Vol3.
Berita Terkait :
- Sunardi DS, Let\'s Make Kampar Great Again0
- Es Tebak Kuliner Khas Kampar diSerbu Pengunjung MTQ di Bagansiapiapi0
- Iptu Mardani Tohenes, Berbagi Kepada Warga Yang Kurang Mampu, Tiap Juma\'at0
- Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Buah Sawit, Milik PT BSP 145 Tandan0
- Sinergitas TNI-Polri dan Instansi Terkait Dalam Mencegah Penyebaran PMK di Kabupaten Kuantan Singing0
_Black11.png)









