100 Hari Kinerja PJ Kampar, Ia Berharap Angka Penurunan Stunting di Kabupaten Kampar

Publisher Ocuhasbi Daerah
26 Jul 2022, 17:57:38 WIB
100 Hari Kinerja PJ Kampar, Ia Berharap Angka Penurunan Stunting di Kabupaten Kampar

Kamsol Pj Bupati Kampar Saat membuka Launching Deteksi Ibu Hamil Cegah Stunting (Debum Ceting) di UPT Puskesmas Tapung, Selasa (26/07/2022). Didampinggi Kadiskes Kampar dan Kepala Pukesmas Tapung


TAPUNG,VokalOnline.Com-Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang dapat menyebabkan tumbuh mereka pendek.


Maka Kamsol berharap di 100 Hari Kinerjanya sebagai Pj Bupati, Kepala Puskesmas dapat membuat Inovasi di puskesmas masing-masing, seperti Inovasi yang telah ada seperti Pemberian Tablet Darah pada Remaja Putri dan Inovasi Asi Eksklusif Ceting (Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi 0-6 Bulan).


Masalah stunting pada anak bisa dicegah dari masa kehamilan, hal ini menjadi langkah konkret yang akan dilakukan untuk menangani Stunting di Wilayah Kabupaten Kampar khususnya di Wilayah Tapung.


Hal ini dikatakan  Kamsol Pj Bupati Kampar Saat membuka Launching Deteksi Ibu Hamil Cegah Stunting (Debum Ceting) di UPT Puskesmas Tapung, Selasa (26/07/2022).


Dr H.Kamsol MM menjelaskan bahwa Stunting adalah masalah Gizi Kronis pada Balita, dampak Stunting tidak hanya dari segi kesehatan," tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan Anak.

Jika saat ini Anak Indonesia menderita Stunting l, dapat dipastikan Bangsa ini tidak mampu bersaing dengan Bangsa lain dalam menghadapi tantangan Global.Kata Kamsol.

Ia menambahkan, Kasus Stunting ini menjadi tanggung jawab kita bersama melalui suatu pemeriksàn terhadap Ibu Hamil untuk mencegah Stunting atau yang disebut Debum Ceting. 

“Untuk menekan Angka Stunting diperlukan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan Stunting melalui penyelenggaraan intervensi secara terkoordinir dan terintegrasi kepada sasaran prioritas.”ungkapnya”. 

Saya menghimbau agar seluruh Ibu Hamil dapat memeriksa kehamilannya di fasilitas kesehatan secara teratur guna mendeteksi resiko kehamilan secara dini sehingga Angka Stunting dapat diturunkan, untuk Camat dan Kepala Desa saya menghimbau agar mendukung Kegiatan Intervensi percepatan Penurunan Stunting.Kata Kamsol.

Ia menjelaskan, berdasarkan data status gizi indonesia tahun 2021 angka prevalensi stunting di provinsi riau adalah 22,3% Artinya ini masih butuh kerja keras untuk mencapai penurunan angka stunting. 

“Dengan berbagai program atau kegiatan ini diharapkan tercapai angka penurunan stunting di Kabupaten Kampar dengan Sesuai target Nasional 14% di Tahun 2024.”Tutupnya”.***Vol3.

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment