- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Akhirnya, Gerombolan Pemotor Brutal di Pekanbaru Ditangkap Polisi
Pelaku Masih Berumur Belasan Tahun

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru menangkap gerombolan pemotor brutal yang sempat viral beberapa waktu lalu. Ada tujuh orang ditangkap, di mana rata-rata usia mereka masih belasan tahun.
Meskipun masih remaja, mereka sudah dua kali bertindak brutal. Satu di antaranya di Jalan Nangka dan satu lagi di Fly Over persimpangan Mal SKA Jalan Soekarno-Hatta dengan Jalan Tuanku Tambusai.
Menurut Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Pria Budi SIK, salah satu korban tindakan brutal kelompok pemotor ini mengalami buta permanen. Lainnya menderita lebam.
"Korban S (26) buta permanen salah satu matanya, korban HG (21) lebam dan Z luka-luka," kata Pria didampingi Kasat Reskrim Komisaris Andrie Setiawan, Kapolsek Tampan Komisaris I Komang dan Kasubag Humas Ajun Komisaris Nur Syafniati, Jum'at siang, 17 Juni 2022.
Pria menjelaskan, tujuh tersangka masing-masing PR (18), RMS (19), DS (16), DO (16), AO (16), RM (15) dan DY (15). Semuanya, kecuali tersangka PR, merupakan pelajar dan tinggal satu daerah.
"Masih ada satu buronan, masih dikejar, ketua kelompoknya adalah tersangka PR," kata Pria.
Penganiayaan di Fly Over Mal SKA bermula ketika para tersangka konvoi di Jalan Tuanku Tambusai. Tiba di bawah jembatan layang itu, satu orang tersangka mendengar ada teriakan dari atas jembatan.
Di atas jembatan ada tiga korban. Para tersangka lalu memutar di Jalan Soekarno-Hatta, naik ke jembatan memakai sepeda motor melawan arus untuk mengejar ketiga korban.
"Ini bukan pemotor biasa karena sudah mempersiapkan senjata dari besi dan pemukul serta logam untuk diletakkan di jari," jelas Pria.
Beberapa hari berikutnya, para tersangka melakukan konvoi lagi di Jalan Nangka. Di sana ada satu pemotor yang menjadi sasaran sehingga babak belur.
"Yang di Jalan Nangka itu terekam CCTV, yang sempat viral itu," ucap Pria.
Pria menyatakan, para tersangka bukanlah begal atau pelaku pencurian sepeda motor. Mereka berputar di jalanan Pekanbaru pada malam hingga dini hari untuk mencari keributan.
"Mereka tidak mengambil motor korban, hanya untuk berkelahi," kata Pria.
Pria menjelaskan, para tersangka melakukan itu untuk menunjukkan kehebatan mereka di jalanan.
"Istilah orang Pekanbaru itu sok-sokan bagak," ujar Pria.
Sebelum beraksi, para tersangka berkumpul di sebuah warung di Jalan Sigunggung Pekanbaru. Mereka meminum minuman beralkohol lalu konvoi di jalanan.
"Hasil ter urine negatif memakai narkoba," tegas Pria.
Polresta Pekanbaru menghimbau orang tua agar menjaga anaknya, mengingat para pelaku masih remaja semuanya. Orang tua diminta mendidik dan tidak membiarkan keluyuran memakai sepeda motor Pekanbaru.
"Ini tugas semua, tidak hanya polisi, orang tua juga, jangan berikan anak di bawah umur sepeda motor," tegas Pria. (syu)
Berita Terkait :
- Jaksa Tetapkan Indra Mukhlis Adnan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal0
- Satres Narkoba Polres Kuansing Amankan Pengedar Sabu0
- Jaksa Agung dan Kemenkeu Buat Kerja Sama Berantas Pencucian Uang0
- Syahril Abu Bakar Bantu Annas Maamun Suap Anggota DPRD Riau0
- Tidak Ada Dualisme Dalam Tubuh LAMR0
_Black11.png)









