- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Bocoran Deklarasi G20 Bali: Negara Kompak Kecam Putin Invasi Ukraina

VokalOnline.Com-- Dokumen diduga deklarasi para pemimpin G20 dalam KTT di Nusa Dua, Bali, kompak mengecam keras invasi Rusia di Ukraina.
Dalam dokumen 16 halaman yang beredar di kalangan wartawan, 20 negara anggota mengatakan operasi militer Presiden Vladimir Putin ke Ukraina menyebabkan penderitaan manusia yang sangat besar dan memperburuk kerapuhan ekonomi global.
Sementara itu, Rusia termasuk anggota G20 dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov hadir menggantikan Putin di KTT Nusa Dua.
"Tahun ini, kami menyaksikan perang di Ukraina berdampak lebih buruk terhadap ekonomi global," bunyi dokumen bertuliskan rahasia itu yang tersebar di kalangan wartawan peliput G20.
"Sebagian besar anggota (G20) mengecam keras perang di Ukraina dan menekankan (perang) menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa serta memperburuk ekonomi global, menghambat pertumbuhan, meningkatkan inflasi, mengganggu rantai pasokan pangan hingga energi dan stabilitas keuangan."
Rancangan resolusi itu juga mencatat ada pandangan lain yang menyebutkan G20 bukan forum untuk menyelesaikan masalah keamanan.
Namun, anggota G20 juga mengakui masalah keamanan berdampak bagi ekonomi global.
"Mengakui bahwa G20 bukanlah forum untuk menyelesaikan masalah keamanan, kami mengakui bahwa masalah keamanan dapat memiliki konsekuensi signifikan bagi ekonomi global," lanjut draf itu, seperti dikutip Reuters.
Namun, draf itu belum diresmikan anggota G20. forum bakal meresmikan draf saat penutupan KTT pada Rabu (16/11).
Draf tersebut juga memperingatkan era saat ini tidak boleh perang dan menolak penggunaan senjata nuklir.
Menyoal draf itu, seorang pejabat senior Amerika Serikat berharap para pemimpin negara mengecam perang Rusia di Ukraina saat akhir pertemuan G20 nanti.
Ia menggarisbawahi bahwa mayoritas para pemimpin G20 bertemu selama beberapa waktu terakhir untuk membahas masalah Ukraina. Mereka juga sepakat perang kedua negara harus dikecam.
Tercatat, sudah delapan bulan Rusia menginvasi Rusia Ukraina. Perang ini menyebabkan lonjakan harga pangan dan berdampak terhadap energi global.
Perang di Eropa Timur itu juga memicu jutaan orang lebih terjerumus dalam kemiskinan dan kelaparan bagi sebagian orang.**Syafira
Berita Terkait :
- Sindir Putin, Zelensky Sebut G19 Bukan G20 di Depan Jokowi-Biden0
- AS: Anggota KTT G20 Bakal Ramai-ramai Kecam Perang Rusia di Ukraina0
- Crazy Rich Mackenzie Scott Donasi Rp31 T dalam 7 Bulan Terakhir0
- Rusia Ogah Bahas Isu Keamanan di Bali: KTT G20 Itu Fokus soal Ekonomi0
- Xi Jinping Tiba di Bali Hari Ini, Bakal Ketemu Biden Jelang KTT G200
_Black11.png)









