- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
China Akan Pamer Sistem Pertahanan Canggih Anti-Drone di Guangdong

VokalOnline.Com-- China bakal memamerkan sistem pertahanan anti-drone paling canggih di pertunjukan udara Zhuhai yang digelar pada Selasa (8/11).
Sistem dengan jenis ZR-1500 ini dirancang untuk mendeteksi dan mencegat kawanan pesawat udara tak berawak atau drone (UAV) di ketinggian rendah. ZR-1500 diketahui menggabungkan teknologi pertahanan udara, kecerdasan buatan, dan anti-rudal.
Mengutip SCMP, sistem ini bakal dipamerkan pada Pameran Dirgantara dan Antariksa Internasional China ke-14 atau Airshow China di kota pesisir selatan Zhuhai di Provinsi Guangdong hingga Minggu.
China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) selaku pembuat rudal dan pengembang pertahanan udara terbesar di negara itu mengatakan ZR-1500 terintegrasi dengan pendeteksi peringatan dini, komando dan kontrol, serta rudal pengganggu.
Pejabat CASIC Wang Wengang mengatakan kepada Global Times bahwa sistem tersebut menggabungkan rudal portabel dari pertahanan rudal jarak pendek aktif HQ-17AE PLA, radar canggih, dan pesawat tak berawak multiguna agar menekan anggaran dan memperketat pertahanan jaringan untuk "mendeteksi dan mencegat pesawat dan drone yang masuk".
"Dalam sistem, pesawat tak berawak ZR-1500 hanya membutuhkan dua orang untuk beroperasi di area belakang, namun pesawat juga bisa membawa infanteri 11 anggota dengan senjata, intelijen, dan pasokan logistik di garis depan," ujar Wang, seperti dikutip SCMP, Senin (7/11).
"Sistem ini seperti mainan Lego yang mampu membuat konfigurasi modular yang fleksibel, di mana operasi tanpa awak serta kemampuan lainnya dapat membentuk kekuatan pencegahan jenis baru."
Dalam beberapa hari terakhir jelang pameran, sejumlah peralatan militer telah tiba di Zhuhai, termasuk empat J-20 Mighty Dragons.
Pesawat tempur canggih itu terlihat pada Sabtu sore di langit kota dan mendarat di bandara Jinwan, tempat pertunjukkan udara bakal diselenggarakan.
Juru bicara Angkatan Udara China Shen Jinke mengatakan J-20 bakal dipamerkan di darat untuk pertama kalinya bersama dengan pesawat "seri 20" lainnya seperti pengangkat berat Y-20 dan helikopter Z-20.
J-20 melakukan penerbangan perdana pada 2011 dan pertama kali ditampilkan kepada publik di pertunjukkan udara Zhuhai 2016, setahun sebelum dioperasikan.**Syafira
Berita Terkait :
- Sinyal Kuat Putin ke Jokowi Bakal Absen di KTT G20 di Bali0
- Pangeran Abdullah Dibui, MbS Tangkap Lebih dari 20 Keluarga Kerajaan0
- PLN Paparkan Inisiatif dan Capaian Transisi Energi di COP 27 Mesir0
- Puan Dinilai akan Teruskan Warisan Bung Karno Rawat Hubungan RI-Korsel0
- Raja Charles III Kesal Trump Komentari Foto Telanjang Dada Kate0
_Black11.png)









