- Sikat Pengedar, Selamatkan Pelajar: Polsek Tempuling, Satu Informasi Warga Bisa Hancurkan Narkoba
- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
Gandeng Praktisi, Dr Karmila Sari Bedah Strategi Didik Generasi Z & Alpha di Rokan Hilir

Podcast bertajuk "Pendidikan dan Pola Asuh Anak di Era Digital". menghadirkan narasumber Anggota Komisi X DPR RI Dr Karmila Sari.
Rohil, VokalOnline.Com - Disrupsi teknologi kini merambah hingga ke ruang privat keluarga. Menanggapi fenomena ini, Anggota Komisi X DPR RI Dr Karmila Sari, SKom. MM, menginisiasi diskusi strategis melalui podcast bertajuk "Pendidikan dan Pola Asuh Anak di Era Digital".
Diskusi yang dipandu oleh moderator Ns Harjana Nanang Suryadi, Skep, SKM, MKM, ini menghadirkan panel lintas sektor, mulai dari pembuat kebijakan hingga praktisi kesehatan, guna merumuskan formula tepat mendidik Generasi Z dan Alpha di tengah kepungan gawai.
Orang Tua Sebagai Filter Utama
Dalam sesi tersebut, Dr Karmila Sari mengingatkan bahwa teknologi adalah pisau bermata dua. Ia menekankan pentingnya orang tua untuk tidak "gagap teknologi" (gaptek) agar tetap relevan dengan dunia anak.
"Orang tua harus menjadi filter pertama. Literasi digital bukan lagi pilihan, tapi kewajiban bagi orang tua agar pendampingan menjadi edukatif dan terarah," tegasnya.
Tak hanya soal pola asuh, Karmila juga menyoroti akses pendidikan. Ia mendorong masyarakat untuk memaksimalkan program bantuan pemerintah, salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP). "Kami terus memperjuangkan penambahan kuota PIP melalui jalur aspirasi di Kementerian Pendidikan agar lebih banyak anak-anak di Riau yang terjamin kelangsungan sekolahnya," tambahnya.
Senada dengan hal itu, Kepala DP2KBP3A Rokan Hilir, Cici Sulastri, SKM, MSi, menekankan bahwa komunikasi dua arah adalah fondasi ketahanan keluarga. Menurutnya, anak yang mendapatkan ruang bicara di rumah kecil kemungkinannya mencari pelarian negatif di dunia maya.
Dari perspektif nilai lokal, Kabid Kebudayaan Disdikbud Rohil, Syamsul Bahari, SPd, MPd, memaparkan pentingnya kurikulum berbasis kearifan lokal. "Di tengah gempuran budaya global, nilai-nilai budaya Riau harus tetap menjadi identitas diri bagi anak-anak kita," ujarnya.
Suasana diskusi semakin hangat saat dr Syahrul Ramadhan, seorang dokter muda berprestasi, membagikan kisah hidupnya. Tumbuh dari keluarga sederhana dengan orang tua yang bekerja sebagai buruh, ia membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan tembok penghalang untuk berprestasi di Universitas Indonesia (UI).
"Di era digital, informasi beasiswa sangat terbuka. Kuncinya adalah kemauan keras dan doa orang tua. Teknologi harus digunakan untuk mencari peluang, bukan sekadar hiburan," pesan dr. Syahrul yang menjadi suntikan motivasi bagi pemuda Rokan Hilir.(**)
Berita Terkait :
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
_Black11.png)









