- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Harga Emas Bangkit di Level Rp961 per Gram Imbas Pelemahan Dolar AS

Jakarta,VokalOnline.Com - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp961 ribu per gram pada Rabu (9/11). Harga emas tercatat naik Rp11 ribu dari Rp950 ribu per gram pada perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) naik Rp15 ribu, dari Rp846 ribu menjadi Rp861 ribu per gram.
Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp532,8 ribu, 2 gram Rp1,87 juta, 3 gram Rp2,78 juta, 5 gram Rp4,6 juta, 10 gram Rp9,14 juta, 25 gram Rp22,73 juta, dan 50 gram Rp45,39 juta.
Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp90,71 juta, 250 gram Rp226,5 juta, 500 gram Rp452,8 juta, dan 1 kilogram Rp905,6 juta.
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sedangkan, pembeli yang tidak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX melemah 0,22 persen menjadi US$1.712,3 per troy ons. Sedangkan, harga emas di perdagangan spot melemah 0,21 persen ke US$1.708,8 per troy ons pada pagi ini.
Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memproyeksi harga emas menguat hari ini. Hal ini seiring dengan pelemahan indeks dolar AS.
"Kenaikan harga emas sejalan dengan pelemahan dolar AS belakangan ini, di mana pelaku pasar mulai kembali masuk ke aset berisiko," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Namun demikian, pelaku pasar masih mewaspadai kebijakan suku bunga tinggi AS yang bisa kembali mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas. Pasalnya, tingkat inflasi Negeri Paman Sam masih tinggi di atas 8 persen.
Hari ini, Ariston memperkirakan harga emas internasional berada dalam rentang support US$1.690 per troy ons dan resistance US$1.730 per troy ons.**syafira
Berita Terkait :
- Jelang Rilis Data Inflasi AS Rupiah Menguat ke Rp15.655 per Dolar AS0
- Balap RI Ekonomi Malaysia Diproyeksi Capai 11,7 Persen Kuartal III0
- Harta Elon Musk Merosot Rp84 T Usai Jual Saham Tesla dan Beli Twitter0
- Dalih Cegah PHK Pengusaha Desak Menaker Buat Aturan No Work No Pay0
- Mengintip Lagi Daerah dengan Besaran UMP 2022 Tertinggi dan Terendah0
_Black11.png)









