- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
- Polres Meranti Berhasil Ciduk Oknum Guru Pencabulan Anak di Bawah Umur
- Pilkades Meranti 2026–2027 Digelar, Dinas PMD Ajak Warga Tak Takut Maju Jadi Kepala Desa
- Bupati Meranti Teken Kerja Sama dengan IBT Pelita Indonesia, Dorong SDM Unggul Berbasis Teknologi
- Kejari Meranti Kembali Gadangkan Program Jaksa Masuk Sekolah
- Kejari Meranti Tingkatkan Pelayanan Disiplin Semua Jaksa Lengkap
Israel Siap Serang Situs Nuklir Iran dalam 2-3 Tahun Mendatang

Untuk pertama kalinya Israel blak-blakan membeberkan rencananya menyerang situs nuklir Iran yang bisa memicu konflik baru pecah di Timur Tengah.
Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, memaparkan negaranya dapat menyerang situs nuklir Iran dalam dua atau tiga tahun mendatang.Pernyataan Gantz itu menjadi yang paling blak-blakan sejauh ini ketika ketegangan antara Israel dan Iran terus memanas."Dalam dua atau tiga tahun, Anda mungkin melintasi langit ke arah timur dan ikut serta dalam serangan terhadap situs nuklir Iran," kata Gantz kepada lulusan kadet Angkatan Udara Israel dalam pidatonya pada Rabu (28/12).Dikutip Reuters, intelijen militer Israel memprediksi Iran "akan melanjutkan progresnya" membangun teknologi nuklir meski saat ini lajunya lambat."Iran hanya akan mengubah kebijakannya jika sanksi ekstrem dijatuhkan kepada mereka, maka Iran dapat memutuskan untuk mempercepat pengayaan ke tingkat militer," bunyi laporan intelijen militer Israel menurut surat kabar Hayom akhir pekan ini.Permusuhan Israel dan Iran sejak puluhan tahun lalu terus menjadi sorotan di Timur Tengah. Kedua negara sering melancarkan provokasi hingga sabotase terhadap satu sama lainnya hingga menyulut ketegangan di kawasan.Israel juga getol melancarkan ancaman terselubung untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.Tel Aviv memang waswas jika Iran masih terus mengembangkan teknologi senjata nuklir terlepas dari sanksi yang dijatuhkan terhadap Teheran selama ini.Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan disebut diam-diam berkomunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), guna meminta dukungan Saudi jika Tel Aviv harus berperang dengan Iran.Padahal, Israel dan Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik gegara solidaritas Riyadh terhadap kemerdekaan Palestina.Saudi dan Israel juga dikabarkan terus menjalin komunikasi dekat untuk mengupayakan normalisasi hubungan hingga kerja sama yang berfokus menangkal ancaman Iran di kawasan . **Syafira
Berita Terkait :
- Raja Yordania Siap Angkat Senjata Jika Israel Ubah Status Al-Aqsa0
- Junta Myanmar Akan Tambah Vonis 15 Tahun Bui atas Aung San Suu Kyi0
- Banjir Bandang di Filipina, 13 Orang Tewas0
- PBB Desak Taliban Setop Larangan Kerja Bagi Perempuan 0
- TikTok Terlarang di Semua Perangkat yang Dikelola DPR AS 0
_Black11.png)









