Kunjungi Riau, Dubes UE Bahas Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan, Investasi dan Sawit

Publisher Vol/Din Ekonomi
15 Nov 2021, 19:44:16 WIB
Kunjungi Riau, Dubes UE Bahas Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan, Investasi dan Sawit

Rombongan Uni Eropa yang dipimpin Duta Besar Vincent Piket (3 kanan) foto bersama dengan Gubernur Riau (3 kiri) dan tim usai melakukan pertemuan di kediaman Gubernur Riau, Senin, 15 November 2021. (FOTO: Dina)


Vokalonline.com-Duta Besar Uni Eropa (Dubes UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket mengunjungi Riau, Senin dan Selasa, 15 hingga 16 November 2021. Kedatangan Piket dalam agenda pertemuan dengan beberapa pemangku kepentingan di Riau menyangkut kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi antara Riau dengan UE.

"Tujuan kedatangan saya adalah menguatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Uni Eropa dengan Provinsi Riau. Dan kedua serta khususnya, kepada sektor kelapa sawit di Riau yang sangat kuat dan luas," kata Dubes kepada jurnalis di Kediaman Gubernur Riau, Senin, 15 November 2021, didampingi Gubernur Riau Syamsuar.

Menurut Piket, kita bisa menyatakan bahwa Riau adalah area utama produksi minyak sawit di Indonesia. Dalam kaitan ini pula, ia dan rombongan akan bertemu dan berdialog dengan para petani sawit serta organisasi-organisasi di industri pemegang delapan persen porsi ekspor Indonesia ke Uni Eropa tersebut. Di antaranya adalah Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Riau.

Dalam pertemuannya secara khusus dengan Gubernur dan jajaran, Senin, Vincent mengakui bahwa Eropa adalah pasar terbuka untuk minyak sawit Indonesia dan dari manapun. "Kami mengenakan tarif yang rendah untuk minyak sawit. Bahkan, terendah di dunia. Dan berharap akan berlanjut membeli minyak sawit," ujar Piket menjelaskan khusus misinya terkait industri sawit Indonesia.

Piket juga menuturkan, hal yang turut disampaikannya kepada Gubernur adalah bahwa UE menantikan kerja bersama dengan Provinsi Riau, pemerintahnya, industrinya dan juga pemerintah pusat dalam agenda yang kuat dalam rangka memastikan minyak sawit terus diproduksi secara berkelanjutan. Bagi UE ini sangat penting, bahwa ada kebijakan untuk tidak membeli produk seperti minyak sawit, kedelai, daging sapi atau kayu. Kami tidak mau berkontribusi terhadap deforestasi di negara ketiga. 

"Saya yakin Pemerintah Provinsi Riau dan Gubernur secara pribadi menetapkan bahwa kolaborasi ini sebagai kepentingan utamanya dalam kerangka membuat bumi kita ini tetap dapat dihuni dengan baik dan kita menghentikan perubahan iklim serta kita menciptakan masa depan yang baik dan positif bagi generasi mendatang," kata Dubes selanjutnya.

Sawit

Gubernur dalam keterangannya juga menyampaikan bahwa Dubes banyak menanyakan berkenaan sawit. "Saya sampaikan bahwa sawit yang terbesar dan terluas di Indonesia ada di Riau. Tentunya kami butuh perhatian atas ekonomi Riau, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat kita yang mayoritas adalah petani. Petani di Riau terbanyak kehidupannya di sawit. Hal yang sama juga kepada petani-petani lainnya."

Dalam keterangannya, Syamsuar mengakui bahwa pihaknya menyampaikan pula bahwa Riau memiliki komitmen dan memperhatikan agar pembangunan pertanian dan perkebunan dilakukan secara berkelanjutan. "Karena, bagaimanapun itu adalah sumber kehidupan masyarakat Riau. Mata pencarian. Kalau tidak perhatian terhadap lingkungan, jelas nanti akan mengganggu perekonomian Riau. Khususnya, tentunya pendapatan petani akan berkurang." 

Kemudian, disampaikannya bahwa sehubungan luasnya kebun sawit serta ekspor minyak sawit Riau, ia berharap Uni Eropa menanamkan investasi di Riau. "Jadi, sawit ini nantinya tidak ekspor saja. Tapi, kami berharap ada hilirisasi, dalam rangka meningkatkan ekonomi negara, khususnya daerah Riau. 

Selain sawit, menurut Syamsuar, Dubes juga menanyakan komoditas lain. Termasuk, menyinggung soal usaha mikro kecil menengah (UMKM). "Tentunya kami senang sekali. Jadi, nanti tidak hanya ada hilirisasi sawit, tapi juga hilirisasi kelapa, hilirisasi sagu, hilirisasi karet. Termasuk juga pembangunan UMKM dan pengembangan pariwisata yang ada di Provinsi Riau. Mudah-mudahan kehadiran Dubes ini nanti ada tindak lanjutnya." (din)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment