- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Langkah Riau Antisipasi Varian Omicron

Penjagaan perbatasan di Riau untuk mengantisipasi menyebarnya virus corona. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Pemerintah Provinsi Riau sudah menerima instruksi Menteri Dalam Negeri terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 menyambut Natal dan pergantian baru. Rapat koordinasi sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr Yohanes, rapat gabungan dengan kabupaten dilakukan pada 25 Oktober lalu. Kemudian dilakukan lagi beberapa hari berikutnya.
"Ada juga polisi dan tentara, semua pihak terkait ikut," kata Yohanes kepada wartawan.
Menjelang libur Natal dan pergantian tahun, Pemerintah Provinsi Riau meminta kabupaten serta kota membangun pos di perbatasan. Setiap masyarakat yang lewat memakai kendaraan akan diperiksa.
Menurut Yohanes, pembangunan pos ini merupakan upaya terpadu menekan penyebaran Covid-19 di Riau. Tujuannya juga mengantisipasi masuk varian baru seperti varian omicron.
Selain penjaga perbatasan dengan provinsi lain, Pemerintah Provinsi Riau juga meminta kabupaten dan kota lainnya tidak melonggarkan protokol kesehatan. Pasalnya Covid-19 belum pergi sepenuhnya dari Bumi Lancang Kuning.
"Apalagi Riau menjelang akhir November lalu terdapat lonjakan kasus," jelas Yohanes.
Terkait antisipasi kedatangan warga negara asing yang bisa saja membawa varian Omicron, Yohanes menyebut provinsi menunggu kebijakan nasional.
"Kedatangan internasional semuanya di Jakarta, tidak ada di bandara sini," jelas Yohanes. (syu)
Berita Terkait :
- Jaksa Teliti Bekas Syafri Harto, Mudah-mudahan Lengkap0
- Dua Klaster Buat Ratusan Warga Terkonfirmasi Covid-19, Varian Omicron Kah?0
- Polisi Periksa Pengelola Abdurrab Pekanbaru0
- Didongkel Partai, Asri Auzar Nyatakan Mundur dari Demokrat0
- Jaksa Tuntut Mati Tahanan Rutan Pengendali 5 Kilogram Sabu0
_Black11.png)









