- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
Lantamal Ambon Kibar Bendera 1/2 Tiang untuk Marinir Tewas Korban KKB

Ilustrasi. KSAL Yudo Margono memerintah pengibaran bendera setengah tiang untuk menghormati dua prajurit Marinir TNI AL yang tewas dalam serangan KKB.
Ambon, VokalOnline.Com - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal IX) Ambon mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terhadap 2 prajurit Korps Marinir yang tewas di Nduga, Papua. Dua prajurit Korps Marinis tersebut tewas dalam serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Sabtu (26/3).
"Ia ada kibar bendera setengah tiang," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Lantamal IX Ambon Kapten Laut Masrikun melalui pernyataan resmi, Senin, (28/3) pagi. di lansir dari cnn indonesia.
Sebelumnya Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memerintahkan jajarannya mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari berturut-turut menyusul tewasnya 2 prajurit Korps Marinir di Nduga. Pengibaran bendera setengah tiang itu berlangsung mulai Senin (28/3) sampai Rabu (30/3) di seluruh markas dan pos TNI Angkatan Laut.
Kematian dua prajurit marinir ini berawal dari serangan KKB yang dipimpin Egianus Kogoya. Mereka menyerang Satuan Tugas Muara dan Pesisir (Satgas Mupe) Yonif 3 Korps Marinir TNI AL yang berjaga di Pos Quary Bawah, Distrik Kenyam, Nduga, Papua, pada Sabtu.
Penyerang sempat melontarkan granat dari dua arah, yaitu dari belakang pasar dan arah Sungai Alguru sekitar pukul 5 sore waktu setempat.
Sebanyak 35 prajurit Korps Marinir TNI AL yang berada di pos itu pun balas menembak dan mengejar pelaku penyerangan. Dalam insiden itu, dua prajurit Korps Marinir TNI AL, yaitu Letda Mar Iqbal dan Pratu Mar Wilson Anderson Here tewas, sementara dua lainnya dalam keadaan kritis, dan enam prajurit lainnya luka ringan.
Prajurit yang dalam keadaan kritis, yaitu Serda Mar Rendi Februansyah dan Serda Mar Ebit Erisman. Enam lainnya yang luka-luka, yaitu Serda Mar Bayu Pratama, Pratu Mar Rahmad Sulman, Pratu Mar LA Harmin, dan Prada Mar Alif Dwi Putra.**vol/jn
Berita Terkait :
- Penerapan Syarat Booster untuk Mudik Lebaran Tunggu SE Satgas0
- KPK Panggil Andi Arief Terkait Kasus Bupati Penajam Paser Utara0
- Surabaya Kembali Buka PTM 100 Persen Mulai Hari Ini0
- Polisi Sebar 7 Kamera Intai Mobil Melesat 120 Km/Jam di Tol0
- Dukungan Jokowi Lanjutkan Tiga Periode Menggema di Pekanbaru0
_Black11.png)









