- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
LG Electronics Masuki Bisnis Pengisian Daya Kendaraan Listrik

Jakarta, VokalOnline.Com - LG Electronics Co. telah mengakuisisi produsen pengisi daya kendaraan listrik di Korea Selatan untuk masuk ke bisnis solusi pengisian daya kendaraan listrik di tengah dorongan elektrifikasi global.
LG Electronics mengakuisisi 60 persen saham AppleMango Co dengan nilai tidak disebutkan secara spesifik, sedangkan GS Energy Corp. dan GS Neotek masing-masing mengambil alih 34 persen dan 6 persen saham di perusahaan itu untuk mengamankan mesin pertumbuhan baru, kata perusahaan, dikutip Yonhap, Senin.
LG mengatakan pihaknya berencana untuk membangun jalur produksi pengisian daya kendaraan listrik di LG Digital Park di Pyeongtaek, sekitar 60 kilometer selatan Seoul, dalam tahun ini.
Dengan akuisisi tersebut, LG bertujuan untuk memperkuat portofolio bisnisnya bersama dengan bisnis elektronik otomotif yang ada di era kendaraan listrik, kata pernyataan itu.
AppleMango, didirikan pada tahun 2019, memiliki teknologi canggih dalam pembuatan pengisi daya yang lambat dan cepat, baik untuk penggunaan rumah tangga maupun komersial.
Pasar solusi pengisian daya kendaraan listrik dunia diperkirakan akan tumbuh menjadi 410 triliun won (316 miliar dollar AS) pada 2030 karena pembuat mobil dengan cepat mengadopsi kendaraan bertenaga baterai dalam jajaran produk mereka di tengah peraturan emisi yang lebih ketat. **Fira
Berita Terkait :
- Kemarin, Transaksi Digital Naik Hingga Penundaan Pajak Karbon0
- Twitter Uji Coba Fitur Notes, Bisa Cuit Lebih Dari 280 Karakter0
- Raksasa Teknologi Bentuk Forum Metaverse0
- Instagram Perpanjang Durasi Reels0
- 25 Agustus 2022, Ini Enam Daerah Di Sumut Akan Berhentikan Siaran TV Analog0
_Black11.png)









