- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
PDIP Ingin Kerja Sama Lebih Besar untuk Pemilu 2024

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan perolehan suara partai di Pemilu 2019 menjadi modal politik yang penting bagi PDIP untuk Pemilu 2024.
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan perolehan suara partai di Pemilu 2019 menjadi modal politik yang penting bagi PDIP untuk Pemilu 2024. Hasto pun menyatakan PDIP ingin menjalin kerja sama yang lebih besar lagi, sehingga memiliki kekuatan politik yang signifikan.
"Yang kami lakukan adalah bagaimana mewujudkan kepercayaan rakyat itu dengan menggalang kerja sama yang lebih besar, dan pada akhirnya mempunyai kekuatan yang signifikan bagi bangsa," ujar Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/5). dilansir dari cnn indonesia.
PDIP menempati posisi pertama di Pemilu 2019 sebagai partai dengan perolehan suara tertinggi. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu meraih 19,33 persen suara. Hasto mengatakan Indonesia merupakan bangsa gotong royong. Karena itu, dia menuturkan PDIP tidak akan sendirian.
"PDIP Perjuangan tidak bisa mengusung calon sendiri itu karena dukungan rakyat di dalam pemilu yang lalu, PDI Perjuangan dari bawah. Kita ini bangsa gotong royong, bangsa yang harus bekerja dengan seluruh komponen bangsa," tuturnya.
Adapun berdasarkan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, hanya partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya yang dapat mengajukan capres/cawapres.
Hasto pun mengungkapkan PDIP akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pada 10-13 Juni 2022. Rakernas akan membahas langkah-langkah strategis partai menjelang Pemilu 2024.
"Kami punya agenda yang sudah tertata, pada 10-13 Juni, kami akan rakernas kedua," ujarnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Gubri Sambut Baik Keputusan Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO0
- Bus Rombongan Peziarah Terguling di Sleman, 1 Orang Tewas0
- Golkar Bantah Pembentukan Koalisi PAN-PPP Terkait Isu Kudeta Airlangga0
- BLT Minyak Goreng Disalurkan ke Pasar Cibinong dan Pasar Gunung Batu0
- Lin Che Wei Tersangka Baru Kasus Exspor CPO Ditahan Kejagung0
_Black11.png)









