- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Pesawat Tempur China-Rusia Masuk Zona Pertahanan, Korsel Kerahkan Jet

Jakarta, VokalOnline.Com - Dua pesawat tempur China dan enam jet Rusia memasuki zona pertahanan udara Korea Selatan, Rabu (30/11). Korsel langsung mengerahkan jet tempur.
Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS) melaporkan pesawat pengebom H-6 China berulang kali memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) di lepas pantas selatan atau timur laut Korsel sekitar pukul 5.50 waktu setempat.
Pesawat-pesawat itu lalu masuk kembali ke zona Korsel beberapa jam kemudian dari arah Laut Jepang. Jet itu lantas bergabung dengan pesawat tempur Rusia yang mencakup TU-95 dan SU-35.
Meski begitu, JCS melaporkan pesawat-pesawat tersebut tidak melanggar wilayah udara Korea Selatan, hanya ADIZ.
ADIZ merupakan zona di sekitar satu negara. Di zona itu, negara biasanya meminta armada yang masuk untuk mengidentifikasi diri.
Rusia sejak awal memang tidak mengakui ADIZ milik Korsel, sementara China menegaskan area itu bukan wilayah udara resmi dan semua negara semestinya bisa menikmati kebebasan di sana.
Insiden pesawat China-Rusia memasuki zona pertahanan udara Korsel semacam ini pernah terjadi sebelumnya.
Pada 24 Mei, JCS melaporkan sejumlah pesawat milik China dan Rusia terdeteksi memasuki dan meninggalkan ADIZ Korsel. Pesawat itu terlacak di sekitar Laut Jepang atau Laut Timur.
Militer Korsel pun saat itu mengerahkan jet tempur untuk antisipasi.
Insiden pada 24 Mei itu yang pertama dilaporkan sejak Presiden Yoon Suk Yeol menjabat.**syafira
Berita Terkait :
- Eks Presiden China Jiang Zemin, Tokoh Komunis Penggemar Film Hollywood0
- Bom Bunuh Diri Taliban Meledak di Pakistan, Tiga Orang Tewas0
- Kenapa Paham ISIS Bisa Masuk ke Indonesia0
- Butuh Tenaga Kerja, Jerman Bakal Permudah Syarat Jadi Warga Negara0
- Iran Ancam Timnas jika Ogah Nyanyi Lagu Kebangsaan Lagi di Piala Dunia0
_Black11.png)









