- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Singapura Tertarik Tanam Modal di Riau

Gubernur Riau Syamsuar. CKC
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, ada kemungkinan Singapura akan berpartisipasi menjadi investor Penanaman Modal Asing (PMA) di Riau. Sementara pihak lain yang sebelumnya pernah menjalin komunikasi belum ada kepastian.
"Yang sudah datang ke kita belum ada tindak lanjut. Tapi nanti mungkin ada juga dari Singapura, yang akan melakukan investasi," kata Gubri, Kamis (28/7/2022).
Gubri mengakui, sebelumnya, sejumlah calon investor asing menunjukkan ketertarikan untuk turut andil menggarap potensi sumberdaya di Riau. Namun penanaman modal baru dari asing di Riau, sejauh ini hanya sebatas rencana.
Mereka yang sebelumnya sudah duduk satu meja dengan Pemprov Riau, hilang kabar dan belum ada yang kembali.
“Yang sudah (pernah) datang ke kita, belum ada (progresnya). Tapi yang itu lah, nanti yang dari Singapura, mau datang (dalam waktu dekat)," katanya, dilansir Cakaplah.com.
Nantinya, Pemprov akan menawarkan beberapa potensi Riau yang bisa dikerjasamakan kepada calon investor asing. Bisa dari sektor perkebunan, seperti potensi di sektor kelapa sawit yang belum tergarap, sagu, hingga kelapa.
Menurut Gubri, terkait keran investasi di Riau, lebih banyak Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dibandingkan PMA.
"Ada yang PMA dari beberapa negara, tapi kan kalau dibandingkan dengan PMDM masih banyak PMDM," ucapnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa nilai investasi yang masuk ke Kota Pekanbaru pada Triwulan I tahun 2022 sudah mencapai angka Rp2,216 triliun. Jumlah ini meningkat hingga 93 persen jika dibandingkan dengan capaian investasi pada Triwulan I tahun 2021.
Investasi terbesar di Triwulan I tahun 2022, dikatakan oleh Rudi selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru, bersumber dari PMDN senilai Rp2,096 triliun. Sedangkan dari PMA sendiri berjumlah Rp1,20 miliar.
"Untuk investasi PMDN ada 478 proyek atau kegiatan dan PMA 38 proyek. Jadi total PMDN dan PMA berjumlah 516 proyek dengan tenaga kerja yang terserap 946 orang," tutupnya.***
Berita Terkait :
- Polisi Tangkap Nelayan Penjemput 19 Kilo Sabu Malaysia0
- Annas Divonis 1 Tahun Penjara0
- Kejaksaan Agung Periksa Yopi Arianto0
- Pekanbaru Marak Kasus Penikaman0
- Majelis Hakim Tidak Cabut Hak Politik Andi Putra0
_Black11.png)









