- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Pekanbaru Marak Kasus Penikaman

Korban penikaman di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tuah Madani sedang dirawat di rumah sakit. IST
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Dalam beberapa hari terakhir terjadi tiga kasus penusukan di Kota Pekanbaru. Mulai yang dilakukan orang gila, orang tak dikenal hingga pelaku yang disebut kesurupan.
Yang terbaru terjadi di Jalan Cipta Karya, Gang Bahagia, Kecamatan Tuah Madani (dulunya Kecamatan Tampan). Dari kejadian pada Selasa siang, 26 Juli 2022 ini, korban bernama Aprizal kritis dan masih dirawat di rumah sakit.
Kepala Polsek Tampan Komisaris I Komang Aswatama membenarkan kejadian ini. Dia menyebut pelaku merupakan orang tak dikenal dan saat ini masih dalam penyelidikan pihaknya.
"Kejadiannya pada sekitar pukul 12.00 WIB," kata Komang, Selasa malam.
Informasi dirangkum, kejadian bermula saat korban bersama temannya melintas di jalan tersebut. Di sana, korban berpapasan dengan seseorang yang juga menggunakan sepeda motor.
Entah apa sebab, pengendara tadi langsung menunjuk serta mengumpat kepada korban hingga terjadi percekcokan. Setelah itu, pelaku turun dari sepeda motor lalu mengambil senjata tajam jenis parang dari pinggangnya.
Korban ketakutan dan berlari menjauh tapi terjatuh. Melihat itu, pelaku langsung mengayunkan parang sehingga korban mengalami luka di bagian kepala, pundak, kaki kanan, punggung dan tangan kiri.
Di sisi lain, teman korban yang menyaksikan perbuatan pelaku hanya terdiam ketakutan. Warga sekitar yang melihat ini langsung mengejar pelaku tapi berhasil melarikan diri.
Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit karena luka serius yang dialaminya. Teman korban membuat laporan ke Polsek Tampan melaporkan penganiayaan ini.
Petugas sudah ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara. Di lokasi, petugas menemukan sebilah parang yang digunakan pelaku untuk menyerang korban.
Satu jam sebelumnya, penusukan juga terjadi di sebuah swalayan di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru. Pelakunya sudah tertangkap dan ternyata merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kasus ini ditangani oleh Polresta Pekanbaru. Pelaku berinisial NI sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Tampan untuk diobservasi.
"Hasil pengusutan, pelaku merupakan pasien rawat jalan di RSJ Pekanbaru semenjak tahun 2013 dengan indikasi mengalami depresi dan suka mengamuk sendiri," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Komisaris Andrie Setiawan.
Menurut Andrie, dari pelaku didapati sejumlah dokumen sebagai tanda rawat jalan. Di antaranya kartu kuning dan surat-surat berobat.
"Korban bernama Hendrawan, karyawan di swalayan," ucap Andrie.
Andrie menjelaskan, pelaku memang sering bermain di swalayan tersebut. Pelaku sering membantu aktivitas karyawan di swalayan tapi dia bukanlah karyawan.
"Pengakuan pelaku merasa tidak senang dengan korban," terang Andrie.
Penikam terjadi di ruang kerja korban. Saat itu pelaku datang membawa pisau dan langsung menghunuskan kepada korban kemudian menusuk bagian pinggang.
"Korban dirawat di salah satu rumah sakit," kata Andrie.
Meskipun pelaku ODGJ, Polresta tetap melakukan penyidikan. Saat ini Polresta berkoordinasi dengan pihak RSJ Tampan untuk observasi terhadap pelaku.
"Hasil observasi untuk menentukan langkah berikutnya," kata Andrie.
Sebelum penusukan di swalayan ini, pada Minggu dini hari lalu juga terjadi hal serupa di salah satu toko serba ada. Pelakunya adalah karyawan toko itu dan menyerang 5 karyawan lainnya secara membabi buta memakai senjata tajam.
Dari kejadian pada Minggu dini hari itu, salah satu korban meninggal dunia. Lainnya mengalami luka dan sempat dirawat di rumah sakit.
Hingga kini, Polresta Pekanbaru belum mengungkap apa yang menjadi pemicu karyawati itu menyerang rekan kerjanya. Pasalnya pelaku masih dirawat karena juga mengalami luka akibat perlawanan dari korban.
Warga menyebut pelaku kerasukan saat kejadian berlangsung. Hanya saja ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. (syu)
Berita Terkait :
- Majelis Hakim Tidak Cabut Hak Politik Andi Putra0
- Cinta tak Direstui Berujung Maut0
- Dapat PHK, Rohman Satori 21 Tahun Kerja Tak Terima Pesangon PT Arvena Sepakat 0
- Jelang Agustus, Kapolres Kuansing Ngopi Bareng Pagi Dengan Insan Pers0
- Mantan Bupati Kuansing Divonis 5 Tahun 7 Bulan Penjara Atas Kasus Suap0
_Black11.png)









