- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Alhamdulillah Angka Kemiskinan Riau Menurun Dan Ekspor Meningkat

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 15 Juli 2022 terkait perkembangan ekonomi di Provinsi Riau triwulan II tahun 2022 ditinjau dari nilai ekspor mengalami peningkatan dan angka kemiskinan juga mengalami penurunan.
"Alhamdulillah angka kemiskinan turun dan ekspor naik," ujar Syamsuar Gubernur Riau, di Pekanbaru, Rabu (20/7/22).
Jumlah persentase penduduk miskin di Provinsi Riau mengalami penurunan per Maret 2022 sebesar 6,78 persen dibandingkan per Maret 2021. Yaitu Maret 2022 jumlah angka miskin di Provinsi Riau 485,03 ribu jiwa sedangkan Maret 2021 berjumlah 500,81 ribu jiwa.
Garis Kemiskinan bulan Maret 2022 di Provinsi Riau tercatat sebesar Rp.605.912/kapita/bulan. Dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan (GKM) 72,87 persen dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) 27,13 persen.
Untuk persentase masyarakat miskin di Provinsi Riau terendah ke enam di Pulau Sumatera. Dengan rincian terendah pertama di Bangka Belitung 66,28 jiwa, Kepulauan Riau 151,68 jiwa, Jambi 279,37 jiwa, Bengkulu 297,23 jiwa, Sumatera Barat 335,21 jiwa dan disusul Provinsi Riau 485,03 jiwa.
Data ini berdasarkan berita resmi Badan Pusat Statistik per 15 Juli 2022 untuk mengukur kemiskinan BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar.
Sementara itu, untuk nilai ekspor Provinsi Riau bulan Juni 2022 naik 94,93 persen jika dibandingkan dengan Mei 2022. Di mana ekspor non migas pada Mei 2022 sebesar 826,58 juta US dollar, kemudian pada pada Juni mencapai 1,88 miliar US dollar.
Selanjutnya ekspor Migas pada Mei 2022 sebesar 205,81 juta US dollar, sedangkan pada Juni 2022 sebesar 135,01 juta US dollar.
Jadi total ekspor non migas dan migas pada Mei 2022 sebesar 1,03 miliar US dollar sedangkan pada bulan Juni naik menjadi 2,01 miliar US dollar.
Kemudian, untuk nilai impor Juni 2022 juga naik sebesar 44,77 persen jika dibandingkan dengan Mei 2022. Yakni impor non migas pada Mei 2022 sebesar 186, 44 juta US dollar sedangkan Juni 2022 naik menjadi 273,72 juta US dollar.
Berikutnya, untuk impor migas pada Mei 2022 sebesar 5,02 juta US dollar dan Juni 2022 menjadi 3,47 juta US dollar.
Berdasarkan impor non migas menurut golongan barang harmonized system 2 digit disebutkan bahwa peningkatan impor non migas Juni 2022 terhadap bulan sebelumnya. (***)
Berita Terkait :
- Dua alat berat di tangkap KPH Kesatuan Pengelolaan Hutan0
- TNTN Berencana Evakuasi Gajah Liar di Rantau Baru0
- Polres Pelalawan Tangkap 4 PNS DLHK Lakukan Pemerasan0
- Tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dibantu oleh istrinya. IST0
- Kasus HIV/AIDS di Riau Tinggi Banyak Pasien Belum Miliki Kesadaran Minum Obat0
_Black11.png)









