- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Babak Belur, Rupiah Kian Terperosok ke Rp14.824 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah melemah 0,39 persen ke Rp14.824 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Jumat (17/6) sore.
Jakarta, VokalOnline.Com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.824 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Jumat (17/6) sore. Mata uang Garuda melemah 57 poin atau 0,39 persen dari sebelumnya.
Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.828 per dolar AS. Ini adalah level tertinggi sejak awal tahun 2022 di kurs Jisdor.
Mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 1,58 persen, dolar Singapura minus 0,18 persen, won Korea Selatan melemah 0,08 persen, baht Thailand minus 0,73 persen, dolar Hong Kong melemah 0,01 persen serta peso Filipina merosot 0,50 persen. Penguatan terjadi pada yuan China sebesar 0,05 persen dan ringgit Malaysia 0,01 persen.
Sementara itu, mata uang negara maju terlihat bergejolak. Terpantau euro Eropa minus 0,42 persen, poundsterling Inggris minus 0,36 persen, dolar Australia minus 0,72 persen. Kemudian franc Swiss juga melemah 0,14 persen dan dolar Kanada minus 0,09 persen. Hanya Rubel Rusia yang menguat 0,85 persen.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk hari ini rupiah masih akan tertekan. Sebab, dolar AS masih didukung oleh kenaikan suku bunga yang dilakukan the Fed sebesar 75 basis poin (bps).
"Dolar telah didukung oleh bantuan ganda dari sikap hawkish Fed dan goyangan dalam ekonomi global. Tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa salah satu dari kondisi ini sedang bersiap untuk pembalikan, kemungkinan menandakan dolar akan bergerak lebih jauh," ujarnya kepada CNNIndonesia.
Selain itu, penguatan dolar juga didukung oleh kenaikan inflasi yang terjadi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) yang diluar dugaan mencapai 8,6 persen di Mei lalu. "Ini membuat negara-negara berkembang mengalami ketakutan atau depresi," jelasnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Polrestabes Surabaya Bantah Tilang Pesepeda Motor Pakai Sendal Jepit0
- PLN Ungkap Wacana Subsidi LPG 3 Kg Dialihkan ke Kompor Listrik0
- Shin Tae Yong Tolak Tinggalkan Timnas Indonesia Senior0
- Kim Jong Un Bagi-bagi Obat Pribadi untuk Lawan Wabah Misterius0
- Rocky Gerung: Jokowi Jenius Rangkul PAN, Sumbat Peluang Dukung Anies0
_Black11.png)









