- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Ikuti Pelatihan Pra Pensiun Karyawan RAPP Sambut Pensiun Dengan Mantap

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Human Resources Department (HRD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyelenggarakan pelatihan Pra Pensiun Batch 11 untuk 33 karyawan berusia 53 tahun di APRIL Learning Institute (ALI) pada Rabu (20/7/2022), di Pangkalan Kerinci.
Materi pelatihan meliputi mindset menghadapi pensiun, persiapan perencanaan keuangan, tips memulai usaha, smartphone photography dan sesi konsultasi.
Pelatihan Pra Pensiun diberikan 2 tahun sebelum karyawan pensiun di usia 55 tahun. Pelatihan 4 hari ini bertujuan untuk menyiapkan mental dan mengubah mindset karyawan menjelang pensiun. RAPP menggandeng Indonesia Professional Development Center (IPDC) Training Institute sebagai konsultan pelatihan yang dilaksanakan secara ekstensif selama 4 hari.
HR Manager RAPP Wilim mengajak peserta untuk mengikuti pelatihan dengan tekun agar memiliki gambaran yang lebih komprehensif mengenai rencana pensiun.
“Kami berharap pelatihan-pelatihan yang diberikan akan menjadi bekal bapak dan ibu agar bisa hidup aman dan nyaman setelah pensiun, mengubah mode dari karyawan menjadi wirausahawan," ucap Wilim saat membuka acara.
Anjasmara Dewi Permatasari, M.Psi., Psikolog, konsultan dari IPDC Training Institute mengatakan memasuki masa pensiun tanpa persiapan akan sangat berdampak secara fisik dan psikis. Tidak sedikit yang mengalami post powersyndrome yang berakibat pada buruknya relasi sosial, sakit-sakitan, atau bahkan mengalami kekacauan finansial.
Lebih lanjut Anjasmara mengatakan setelah pensiun tujuan bekerja adalah untuk mengisi waktu luang dan melakukan kegiatan sesuai hobi atau passion.
"Cari kegiatan yang membuat bapak dan ibu senang, bebas stress dan tetap produktif agar terhindar dari penyakit pikun atau dementia," ujar Anjasmara.
Aladin Sirait, karyawan PT Prima Tansport Indonesia (PTSI) yang telah bekerja selama 26 tahun di Grup APRIL mengikuti pelatihan bersama istrinya, Erni. Aladin mengatakan bahwa bersyukur atas semua pencapaian adalah kunci menyambut masa pensiun yang telah di depan mata. (***)
Berita Terkait :
- KAMMI Riau Desak KPK Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Bansos Siak 2011-20190
- Alhamdulillah Angka Kemiskinan Riau Menurun Dan Ekspor Meningkat0
- Dua alat berat di tangkap KPH Kesatuan Pengelolaan Hutan0
- TNTN Berencana Evakuasi Gajah Liar di Rantau Baru0
- Polres Pelalawan Tangkap 4 PNS DLHK Lakukan Pemerasan0
_Black11.png)









