- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
MbS Disebut Ancam Perkosa Keluarga Eks Putra Mahkota Saudi

Pangeran Mohammed bin Nayef saat di markas PBB New York. Putra Mahkota Saudi Pangeran MbS disebut ancam perkosa kerabat bin Nayef.
Jakarta, VokalOnline.Com - Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Nayef disebut sempat mendapat ancaman keluarganya bakal diperkosa jika ia tak melepas gelar putra mahkota dan menyerahkan ke Mohammed bin Salman (MbS).
Pada 2015 lalu, Raja Salman mengangkat Mohammed bin Nayef menjadi Putra Mahkota Saudi. Namun, beberapa tahun kemudian Mohammed bin Nayef dilaporkan dipecat dari jabatan itu.
Kisah Pangeran Saudi Dipaksa MbS Lepas Gelar Putra Mahkota bak Mafia
Di tengah krisis itu, muncul laporan bin Nayef dipaksa menyerahkan gelar putra mahkota ke MbS.
Menurut salah satu sumber yang dekat eks putra mahkota itu, jika Mohammed bin Nayef tak menyerahkan takhtanya, anggota keluarga perempuan akan diperkosa, demikian dikutip The Guardian.
Ancaman itu bermula saat kerajaan memanggil bin Nayef untuk menghadiri sebuah pertemuan di istana Raja Salman di Mekah pada Juni 2017.
Menurut salah satu sumber, saat bin Nayef tiba, pengawalnya diminta untuk menunggu di luar. Demi mencegah kebocoran, semua telepon seluler, termasuk milik pegawai istana disita penjaga MbS.
Penjaga gerbang bahkan menolak salah satu anggota senior keluarga kerajaan yang berusaha masuk istana setelah kedatangan Mohammed bin Nayef.
Dituduh Dekat dengan Israel, Anwar Ibrahim Gugat Politikus Malaysia
Mohammed bin Nayef dibawa ke sebuah ruangan yang berisi orang terdekat MbS, Turki Al-Sheikh. Sheikh terkenal sebagai sosok yang kasar, intimidatif, dan kerap hidup mewah.
Ia diduga mengurung bin Nayef di kamar selama berjam-jam. Sheikh juga menekan pangeran itu agar bersedia menandatangani surat pengunduran diri dan bersumpah setia kepada MbS.
Mulanya, Mohammed bin Nayef menolak, tetapi ancaman soal perkosaan itu membuat dia tak bergeming.
Jack Ma Sembunyi di Jepang hingga Qatar Izinkan LGBT di Piala Dunia
Mohammed bin Nayef juga mendapat ancaman, jika tak mundur secara sukarela, akan dikirim ke rumah sakit. Malam itu, bin Nayef sangat ketakutan, ia bahkan menolak minum gegara khawatir air yang disediakan mengandung racun.
Tim MbS, kemudian mengizinkan bin Nayef berbicara dengan dua pangeran di Dewan Kesetiaan, badan kerajaan yang meratifikasi garis suksesi. Namun, ia kaget usai mengetahui mereka sudah mengajukan MbS menjadi putra mahkota.
Menjelang fajar, semuanya berakhir. Mohammed bin Nayef diminta masuk ke kamar, tempat MbS menunggu. Di sini, ia menyerahkan jabatan putra mahkota itu dan menyampaikan sumpah setia ke MbS.
Namun, di tempat itu ada orang yang menenteng senjata.
"Saat saya berjanji setia, ada senjata di punggung saya," kata Mohammed bin Nayef dalam sebuah pesan yang ditujukan untuk penasihatnya. **Syafira
Berita Terkait :
- Pesawat Tempur China-Rusia Masuk Zona Pertahanan, Korsel Kerahkan Jet0
- Eks Presiden China Jiang Zemin, Tokoh Komunis Penggemar Film Hollywood0
- Bom Bunuh Diri Taliban Meledak di Pakistan, Tiga Orang Tewas0
- Kenapa Paham ISIS Bisa Masuk ke Indonesia0
- Butuh Tenaga Kerja, Jerman Bakal Permudah Syarat Jadi Warga Negara0
_Black11.png)









