- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Melambat pada Kuartal IV

Jakarta,VokalOnline.Com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2022 akan lebih lambat dibandingkan kuartal III 2022 yang mencapai 5,72 persen.
Hal ini dikarenakan siklus perekonomian yang biasanya memang melambat di akhir tahun, serta high base-effect di kuartal IV 2021 yang tumbuh sebesar 5,02 persen.
Meskipun demikian, secara keseluruhan tahun 2022, Kementerian Keuangan memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi tetap berada pada kisaran 5-5,3 persen. Sebab, realisasi pertumbuhan kuartal III-2022 tersebut lebih tinggi dari perkiraan Kemenkeu sebesar 5,7 persen.
"Jadi kalau pemerintah optimis, itu karena memang ada landasan objektifnya, yakni berbagai indikator ekonomi makro yang terus menguat, implementasi berbagai kebijakan yang cukup efektif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, pengelolaan APBN yang prudent, responsif dan efektif sebagai instrumen countercyclical sekaligus sebagai peredam gejolak sehingga keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional dapat terus dijaga," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (9/11).
Selain itu, pemerintah optimis pertumbuhan sepanjang tahun tetap tinggi karena intervensi kebijakan pemerintah dilakukan baik dari sisi supply maupun demand.
Dari sisi supply dilakukan melalui berbagai insentif fiskal dan dukungan pembiayaan, bersinergi dengan otoritas moneter dan sektor keuangan. Dari sisi demand dilakukan untuk mendukung daya beli masyarakat, baik dalam bentuk berbagai program bansos, subsidi maupun pengendalian inflasi.
Apalagi, perekonomian yang tumbuh moncer sudah berjalan sejak awal tahun. Sehingga, bendahara negara ini yakin perekonomian sampai akhir tahun tetap tinggi.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,72 persen itu sedikit di atas angka proyeksi Kementerian Keuangan yang sebesar 5,7 persen. Pencapaian ini mencerminkan terus menguatnya pemulihan ekonomi nasional di tengah peningkatan ketidakpastian prospek ekonomi global," pungkasnya.**syafira
Berita Terkait :
- Kemenparekraf Kolaborasi dengan University of Surrey Inggris0
- Harga Emas Bangkit di Level Rp961 per Gram Imbas Pelemahan Dolar AS0
- Jelang Rilis Data Inflasi AS Rupiah Menguat ke Rp15.655 per Dolar AS0
- Balap RI Ekonomi Malaysia Diproyeksi Capai 11,7 Persen Kuartal III0
- Harta Elon Musk Merosot Rp84 T Usai Jual Saham Tesla dan Beli Twitter0
_Black11.png)









