- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
Muhadjir Prediksi Puncak Arus Mudik 2022 Terjadi hingga H+1 Lebaran

Ilustrasi. Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik terjadi hingga H+1.
Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memperkirakan puncak arus mudik pada tahun ini bisa terjadi pada rentang H-5 hingga H+1 lebaran.
"Biasanya H-5 sampai H+1," kata Muhadjir kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/3).
Bila Hari Raya Idulfitri 1443 H nantinya jatuh pada 2 Mei, artinya puncak arus mudik bisa terjadi pada 27 April hingga 3 Mei 2022. Meski demikian, sampai saat ini pemerintah melalui Kementerian Agama belum memutuskan kapan 1 Syawal 1443 H atau Hari Raya Idulfitri tahun ini akan tiba.
Muhadjir mengatakan skenario puncak arus mudik tahun ini bisa sampai H+1 lebaran tak lepas dari hasil survei Kemenhub bahwa jumlah pemudik tahun ini diperkirakan di atas 80 juta orang.
Muhadjir juga menyatakan pemerintah berupaya jauh-jauh hari untuk menyiapkan pelbagai fasilitas penunjang bagi pemudik.
"Kita harus mempersiapkan sebaik-baiknya aturan mudik, karena masih di dalam masa pandemi. Meskipun kasus sudah menurun tapi waspada kita harus tetap tinggi," kata Muhadjir dalam keterangan resminya diterbitkan Kemenko PMK.
Muhadjir mengaku telah mengecek seluruh kesiapan transportasi untuk mudik. Mulai dari prosedur yang disiapkan baik di bandara maupun stasiun. Termasuk gerai untuk vaksinasi dosis 1 dan 2 maupun booster yang jadi syarat mudik.
"Sekaligus juga kondisi pesawat dan keretanya. Kita ingin betul nanti untuk supervisi pemeriksaan terhadap kondisinya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga jangan sampai ada kejadian yang tidak diharapkan selama mudik. Baik pemberangkatan maupun baliknya," kata dia.**vol/jn
Berita Terkait :
- Terlilit Utang Rp5 Miliar Alasan Karyawan Bergaji Rp60 Juta Rampok BJB0
- Kemenag Minta Warga Tak Bagi Zakat Secara Massal0
- Luhut Manut Jokowi, Setop Bicara Penundaan Pemilu0
- Jakarta Jadi Provinsi Paling Banyak Varian Diwaspadai WHO0
- Penasihat Ahli Gubri Bahas Sinergitas Informasi dan Komunikasi Publik 20220
_Black11.png)









